Apes! Nekat Dekati Pulau Terlarang Demi Kenalkan Jesus, Pria Ini Tewas Dipanah Suku Terasing. Jasadnya di…


SURATKABAR.ID – Seorang pria berkebangsaan Amerika Serikat harus tewas dengan cara yang cukup sadis usai nekat mengunjungi kepulauan terpencil Andaman, India. Pulau yang dihuni Suku Sentinelese memang merupakan salah satu tempat paling mematikan di dunia.

Nyawa yang diketahui bernama John Allen Chau tersebut, seperti dilansir Grid.ID pada Jumat (23/11/2018), melayang setelah dipanah suku pedalaman. Jasad pria 26 tahun itu, menurut keterangan kepolisian India, lalu dikuburkan di pantai di Pulau Sentinel Utara.

Tak pernah melakukan kontak dengan dunia luar, mereka tak segan-segan bersikap agresif ketika bertemu orang asing yang tidak dikenal. Suku Sentinelese masih menganut gaya hidup primitif. Mereka bertahan hidup dengan berburu, memiliki bahasanya sendiri, dan ini hidup tanpa teknologi modern.

Meski alasan Chau mengunjungi pulau itu masih belum dapat dikonfirmasi, namun seperti yang dilansir Washington Post, ia sempat membuat sebuah catatan terakhir. Di dalam tulisannya ia menyebut-nyebut ingin mengenalkan Tuhan pada orang-orang tersebut.

“Kalian semua mungkin berpikir aku gila. Tapi aku berpikir ini semua layak diperjuangkan untuk mengenalkan Jesus kepada orang-orang ini. Tuhan, aku tidak mau mati,” demikian bunyi pesan Chau sebelum kematian menjemputnya.

Baca Juga: Ngeri! Ini 10 Kepulauan Paling Berbahaya di Dunia. Semuanya Berisiko Mematikan

Chau diketahui menyewa kapal nelayan setempat sebelum ia melanjutkan perjalanan dengan kayak menuju pulau tersebut. Ketika pertama kali menjejakkan kaki di tempat terisolasi itu, ia sempat terlibat interaksi dengan Suku Sentinelese.

Namun bukan sambutan ramah yang ia dapatkan. Chau justru langsung diserang dengan anak panah. Beruntung senjata itu mengenai alkitab yang dibawanya. Menolak menyerah, ia memutuskan kembali ke pulau tersebut keesokan harinya. Kali ini dengan persiapan yang lebih matang.

Ketika itulah para nelayan yang disewa untuk mengantarkan Chau ke pulau menyaksikan pemandangan bak film documenter. Mereka menuturkan bahwa tubuh pemuda berkulit putih itu diseret orang-orang pedalaman sepanjang pantai, sebelum akhirnya menguburkan jasad Chau.

Polisi India kini telah melakukan penahanan terhadap 7 orang yang dianggap membantu Chau dalam ekspedisi yang sangat berbahaya tersebut. Mereka adalah nelayan, pemandu wisata, dan salah seorang rekan Chau.

Saat ini, pihak kepolisian yang dibantu antropolog dan pakar suku pedalaman berupaya menjemput tubuh pria malang itu. Namun mereka harus berhadapan dengan kendala. Pasalnya, tak seorang pun yang berani menginjakkan kaki di pulau terpencil tersebut. Bahkan pihak pemerintah India sekalipun.