Ngaku Ekonominya Sulit, Sambil Nangis Zumi Zola Minta Uang yang Disita KPK Dikembalikan


SURATKABAR.ID – Kamis (22/11/2018), Zumi Zola membacakan nota pembelaan atau pledoi di Pengadilan Tipikor, Jakarta.

Gubernur nonaktif Jambi yang tersangkut kasus suap dan gratifikasi tersebut meminta kepada majelis hakim agar hartanya yang sebelum disimpan dalam brankas yang disita KPK agar dikembalikan.

Permintaan ini, menurut Zumi karena kondisi ekonominya saat ini. Apalagi, istrinya hanya seorang ibu rumah tangga.

“Kepada Majelis Hakim Yang Mulia, saya memohon dengan amat sangat agar uang simpanan saya tersebut bisa dikeluarkan dari penyitaan untuk kebutuhan saya dan keluarga saya selama menjalani penghukuman,” tutur Zumi di ruang sidang utama Pengadilan Tipikor, Kamis (22/11/2018), dikutip dari liputan6.com.

Baca juga: Lebih dari 19 Persen ASN Anti-Pancasila, Ini Langkah yang Akan Ditempuh Menpan RB

Zumi meminta uang tersebut kembali karena saat ini ia harus menghidupi anak-anaknya yang masih balita. Selain itu, Zumi juga mengidap diabetes yang butuh pengobatan.

“Dan dengan kondisi saya yang harus mendapat perawatan rutin karena penyakit diabetes yang saya derita selama ini,” katanya sambil menangis.

Zumi melanjutkan, selama menjabat sebagai kepala daerah, baik sebagai Bupati Tanjung Jabung Timur maupun Gubernur Jambi,ia tak banyak menyimpan harta. Menurutnya, penghasilannya sebagai artis berupa apartemen dijualnya pada 2014 untuk mencukupi kebutuhan sebagai bupati.

Diketahui, Zumi menjabat sebagai bupati sejak 2011 hingga 2015. Ia mengundurkan diri pada 2015 untuk maju sebagai calon gubernur. Namun, baru dua tahun menjabat sebagai gubernur, ia ditangkap KPK.

Dalam nota pembelaan tersebut, Zumi juga mengatakan bahwa kehiduapannya sebagai artis lebih berkecukupan. Oleh sebab itu, ia bisa memiliki simpanan sejumlah uang dan barang.

“Penghasilan saya selama ini sebagai artis telah saya jual dan dipakai untuk membantu keluarga saya. Dan sebagian lagi menjadi simpanan saya yang saya taruh di dalam brankas yang kemudian disita oleh penyidik KPK,” katanya.

Zumi juga mengaku bahwa uang dalam brankas merupakan pemberian sang ayah, Zulkifli Nurdin. Hal ini bisa dibuktikan karena uang tersebut merupakan seri dan tipe lama.

Sedangkan uang poundsterling dalam brankas merupakan uang sisa belajar di Inggris yang tak ada hubungannya dengan kasus yang kini menjeratnya.

Oleh karena itu, Zumi juga meminta keringanan pidana denda karena kondisi ekonomunya terpuruk. Saat sidang akan ditutup, sekali lagi ia meminta uang dalam brankas agar dikembalikan.

“Terhadap uang yang disita dan rekening bank yang tak ada kaitannya dengan perkara ini dapat dikembalikan dan dibuka kembali karena itu sumber pembiayaan keluarga,” ujar Zumi.