Bengis! Sepasang Kekasih Kanibal Ini Membunuh dan Memakan Otak Korbannya


    SURATKABAR.ID – Di masa lalu, praktik kanibalisme kerap terjadi akibat adanya kelaparan atau warisan budaya tertentu. Manusia kanibalisme sendiri merupakan sebutan bagi mereka yang memakan manusia lain. Akan tetapi, tentu saja praktik ini jelas melanggar hukum. Dan kini, salah satu kisah kasus kanibalisme kembali terjadi di Rusia.

    Dikutip dari laporan Brilio.net, Kamis (22/11/2018), sepasang kekasih nekat membunuh seorang pria bernama Alexander Popovic. Tidak hanya melakukan pembunuhan, mereka juga memakan otak korbannya.

    Pelaku pria masih berumur 22 tahun. Sementara itu, kekasihnya masih berusia 12 tahun! Mereka melakukan pembunuhan tersebut di kediaman korban yang berlokasi di Novinka Village, dengan jarak 60 mil jauhnya dari St Petersburg.

    Keduanya memasak otak Alexander Popovic dan anggota tubuh lainnya. Sementara kepala Alexander Popovic dimasukkan ke dalam oven di apartemen di Desa Novena, Leningrad, Rusia. Demikian dilansir dari reportase express.co.uk terbitan Kamis (04/10/2018).

    Pembunuhan bengis tersebut baru diketahui oleh adik korban. Adik Alexander Popovic mengungkapkan, ia masuk ke rumah kakaknya lewat jendela. Di sana ia melihat semua perabotan berantakan. Ia melihat sesuatu terbungkus selimut dan dipenuhi darah. Meski begitu, saat itu ia masih berharap kakaknya baik-baik saja, dan semoga ini hanya sebuah perampokan saja.

    Baca juga: Tega! Pemuda 26 Tahun Bacok Balita Hingga Tewas di Temanggung

    Lantaran panik, adik Alexander Popovic tersebut langsung menghubungi tetangga. Tetangganya datang dan mendobrak pintu rumah Alexander Popovic. Tak disangka, mereka lalu menyadari bahwa sosok di balik selimut tersebut tak lain merupakan jenazah Alexander Popovic.

    Ditemukan luka akibat hantaman kapak di dada korban. Beberapa organ dalamnya juga telah hilang.

    Polisi kemudian datang untuk menginvestigasi insiden pembunuhan yang sadis ini. Saat diinvestigasi, pelaku menyatakan bahwa mereka memakan korban lantaran tak ada bahan makanan.

    Pelaku pembunuhan dan pedofilia yang baru berusia 22 tahun itu kemudian dijatuhi hukuman 15 tahun penjara karena kasus pembunuhan dan mutilasi. Selebihnya, ia juga dijatuhi hukuman 10 tahun penjara karena telah meniduri anak gadis di bawah umur.

     

    Sementara sang kekasih, si pelaku yang baru berusia 12 tahun itu dibawa ke Centre for Underage Criminals, di Saint Petersburg.

    Sebelumnya, pada tahun 2017 lalu, kasus kanibalisme lainnya juga pernah terjadi di Rusia. Saat itu, satu keluarga di sana mengakui ke pihak yang berwenang bahwa mereka pernah memakan setidaknya 30 orang di Rusia.