Kubu Prabowo Usul Gaji Guru Jadi Rp 20 Juta, TKN Jokowi: Lucu Itu. Kenapa Enggak Sekalian Rp 100 Juta


SURATKABAR.ID – Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mardani Ali Sera mengeluarkan usulan tentang kenaikan gaji guru di Indonesia. Menurutnya, hal tersebut dapat meningkatkan kualitas pendidikan, yang menjadi fokus pasangan nomor urut 02.

Mardani Ali Sera, seperti yang diwartakan CNNIndonesia.com pada Selasa (20/11/2018), mengusulkan gaji guru dinaikkan menjadi Rp 20 juta. Dengan begitu guru berkualitas dari seluruh dunia akan datang ke Indonesia dan mengisi lowongan sebagai guru.

“Lalu untuk kepala sekolahnya disiapkan dari kita (Indonesia),” ujar Mardani di Jakarta, Selasa (20/11) kemarin.

Ia menilai, satu-satunya jalan yang bisa memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia hanya dengan menaikkan gaji guru. Pasalnya, dengan penawaran yang tinggi tersebut, pemerintah dapat lebih leluasa menyeleksi dan memilih guru terbaik yang akan ditugaskan mendidik putra dan putri bangsa.

“Karena itu, perbaikan utama mau tidak mau gaji guru dinaikkan menjadi Rp 20 juta. Diseleksi dengan baik gurunya,” imbuh Mardani.

Baca Juga: Soal Ekonomi Indonesia, Amien Rais: Jokowi Belum Dapat Izin Allah

Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut membandingkan pendidikan Indonesia dengan Jepang. Menurutnya, murid-murid di Jepang memiliki tingkat kedisiplinan yang lebih baik ketimbang siswa di Indonesia.

Sebagai contoh, ia menyebutkan, murid di Jepang terbiasa bangun pagi, merapikan tempat tidurnya, mengatur jam belajar mereka, hingga tidur tepat waktu. Semua dilakukan dengan kesadaran sendiri. “Jadi tidak lagi dibangunin disuruh sholat susah,” tuturnya.

Adapun alokasi pendidikan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2019 masih sama seperti tahun 2018. Yakni sebesar 20 persen dari total belanja pemerintah yang mencapai angka Rp 2,461 triliun. Artinya, di sini pemerintah mengalokasikan dana Rp 492 triliun hanya untuk pendidikan.

Dana tersebut dibagi untuk dua hal. Sebanyak Rp 308 triliun disebarkan ke berbagai daerah. Sedangkan sisanya akan diserahkan ke beberapa Kementerian/Lembaga (K/L) yang melaksanakan program-program pendidikan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri telah menaikkan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS). Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2015 mengenai Perubahan Ketujuh Belas Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang gaji PNS.

Berdasarkan peraturan tersebut, gaji aparat negara telah mengalami peningkatan sebesar 6 persen dibandingkan tahun 2015. Menurut catatan, pada tahun 2015, gaji terendah PNS sebesar Rp 1.488.500 setiap bulannya.

Gaji pokok tersebut diperuntukkan untuk PNS Golongan I a dengan masa kerja 0 tahun. Sedangkan gaji pokok tertinggi PNS sebesar Rp 5.620.300 per bulan. Angka ini diterima PNS Golongan IV e dengan masa kerja 32 tahun.

Tak hanya itu. Pemerintah juga memberikan tunjangan untuk para tenaga pengajar. Dan tunjangan tersebut cenderung meningkat setiap tahunnya. Seperti yang tercatat dalam dokumen Direktur Penyusunan APBN Kementerian Keuangan bulan November 2017.

Alokasi tunjangan profesi guru meningkat seiring dengan meningkatnya guru tersertifikasi. Jika pada tahun 2010 anggarannya hanya berkisar pada Rp 10 triliunan, pada tahun 2017 jumlah anggaran yang digelontorkan pemerintah lebih dari Rp 50 triliunan.

Tanggapan dari Kubu Petahana

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Johnny G Plate buka suara. Menurutnya, usulan Mardani Ali Sera soal kenaikan gaji guru hingga Rp 20 juta adalah janji kampanye yang terbilang sangat lucu.

Ia kemudian menyarankan agar Mardani mempelajari terlebih dahulu tentang struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Jika sudah mengetahui apa saja dasar-dasar APBN, barulah mengeluarkan usulan dibarengi dengan landasan yang kuat.

“Lucu itu (janjinya), lucu. Belajar APBN dengan baik dulu deh. Cek struktur belanja negara dulu. Cek penerimaan negara dulu gitu. Biar tau persisnya dulu soal penerimaan dan belanja negara,” tutur Plate ketika dihubungi.

Plate dengan tegas mengatakan, seseorang tak dapat asal-asalan menyebutkan nominal terkait kenaikan gaji guru seperti yang dilakukan Mardani. Pasalnya pemerintah memiliki dasar serta mekanisme tersendiri sebelum menentukan kenaikan gaji para guru.

“Jadi itu dia mengerti anggaran negara ga? Gimana komposisi anggaran negara para guru? Belajar dulu deh. Baru ngomong. Harus ada dasarnya. Kan ga bisa seenaknya (naikin) Rp 20 juta. Kenapa enggak sekalian Rp 100 juta,” seloroh Plate.

Sementara itu, Juru Bicara TKN Arya Sinulingga mengungkapkan bahwa Jokowi telah sangat memperhatikan kesejahteraan bara guru dan PNS. Hal itu dapat dilihat dari sejumlah program yang dikeluarkan selama menduduki kursi presiden empat tahun belakangan.

“Selama ini Pak Jokowi sudah memberikan perbaikan sangat banyak. Tak hanya guru tapi hampir semuanya PNS. Itu bisa dikatakan sangat baik. Apalagi guru, guru diberikan banyak insentif-insentif,” jelas Arya.

Arya menilai bahwa selama ini berbagai program kesejahteraan untuk guru dan PNS bisa dikatakan berjalan dengan baik. Dan ia menegaskan, Jokowi berjanji akan meningkatkan berbagai insentif atau tunjangan untuk para guru setiap tahun jika dirinya kembali terpilih di periode mendatang.

“Jadi kita melihat bahwa ini soal kesejahteraan guru dan selama ini sudah baik gitu. Jadi kita lihat Pak Jokowi punya program kesejahteraan guru sudah banyak dilakukan dan ini akan meningkat terus. Tiap tahun akan meningkat terus,” pungkasnya.