Tega! Pemuda 26 Tahun Bacok Balita Hingga Tewas di Temanggung


SURATKABAR.ID – AKP Dwi Hariyadi selaku Kepala Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Temanggung Jawa Tengah mengatakan, Sunaryo (26), pemuda yang membacok balita hingga tewas kini dijebloskan ke RS Jiwa untuk dikarantina. Sunaryo menjalani karantina di Rumah Sakit Jiwa Prof dr. Soerojo Magelang. Tim ahli melakukannya guna mengetahui kondisi kejiwaan pemuda tersebut.

Sebelumnya, sebagaimana dikutip dari laporan Kompas.com, Minggu (18/11/2018), Sunaryo tega melakukan penganiayaan membabi buta terhadap seorang balita, Rafa Nesya Ardani (2,5) di Desa Gandon, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, Senin (12/11/2018) lalu.

“Sekarang masih diobservasi oleh tim ahli di RSJ Prof dr. Soerojo, untuk mengetahui bagaimana kejiwaan tersangka. Statusnya tahanan,” ungkap Dwi, Rabu (14/11/2018).

Tak hanya mengakibatkan balita Rafa meninggal dunia, Sunaryo juga melukai dua korban lainnya yakni ibu Rafa, Kholisatun Mafruroh (23) dan Atik Ernawati (31). Keduanya mengalami luka di tangan dan leher.

Dwi mengungkapkan, hasil observasi biasanya selesai dalam beberapa hari ke depan. Polisi membawa pelaku ke RS jiwa sejak Selasa (13/11/2018) sore.

Baca juga: Sadis! Ternyata Pelaku Habisi Keluarga Nainggolan di Bekasi Pakai Linggis

“Hasilnya tidak bisa cepat, kurang lebih 14 hari ke depan,” imbuh Dwi.

Obrolan Tak Nyambung

Sejauh ini pihaknya belum bisa menyimpulkan apa motif dari perbuatan Sunaryo. Tim penyidik masih bekerja keras melakukan pendalaman, dengan meminta keterangan dari para saksi. Dwi mengaku ada kesulitan saat menggali keterangan tersangka lantaran sulit berkomunikasi dengan lancar.

“Kami belum tahu apakah motifnya dendam atau alasan lain. Kami sedikit kesulitan karena saat ditanya, jawaban yang bersangkutan tidak nyambung,” tutur Dwi.

Tiba-tiba Histeris

Diberitakan sebelumnya, Sunaryo (26) tiba-tiba berteriak histeris sambil berlari dan membawa golok di tangan keluar dari rumahnya. Ia hendak melukai ibu dan saudaranya tapi keduanya berhasil selamat. Pemuda itu langsung menghampiri Rafa dan Kholisatun yang sedang duduk di teras rumahnya, atau sekitar 100 meter dari rumah Sunaryo. Rafa dan ibunya itu terkena sabetan golok Sunaryo.

Rafa yang malang lantas meninggal dunia, sementara ibunya mengalami luka serius sehingga harus dirawat intensif di RSUD Temanggung. Tak sampai di situ, Sunaryo juga melukai tetangganya, Atik, yang sedang berjalan.

“Tersangka punya keluarga, sekarang kami ungsikan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Jangan sampai muncul peristiwa baru,” pungkas Kepala Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Temanggung Jawa Tengah.