Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Penistaan Agama, Ketum PSI Grace Natalie Santai Beri Tanggapan Ini


SURATKABAR.ID – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie buka suara menanggapi pelaporan terhadap dirinya ke Bareskrim Polri. Seperti yang diketahui, sebelumnya Grace dilaporkan oleh Sekretaris Jenderal Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Zulkhair.

Pengacara pelapor adalah Eggi Sudjana, seperti yang dilansir dari laman Kompas.com. “Adalah hal konstitusi Bang Eggi untuk melapor. Karena memang ada mekanismenya,” ujar Grace ketika ditemui untuk dimintai konfirmasi pada Sabtu (17/11) pagi.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa bukan hal yang tepat apabila tuduhan penistaan agama dilatarbelakangi oleh pernyataan dirinya yang menolak peraturan daerah (perda) yang berlandaskan agama.

Ia justru mengatakan bahwa Partai Solidaritas Indonesia yang dipimpinnya merupakan partai yang sangat menghormati agama. Hal tersebut dibuktikan dengan tidak mendukung perda Syariah maupun perda Injil.

“PSI akan berjuang agar setiap warga negara dapat menjalankan keyakinannya di mana pun di negara ini, sebagaimana dijamin konstitusi,” jelas mantan pembawa acara berita dan jurnalis yang pernah mengabdi di beberapa stasiun televisi swasta tersebut.

Baca Juga: Akhir dari Penolakan Perda Syariah, Grace Natalie Akan Dipolisikan

Sekretaris Jenderal PPMI Zulkhair sebelumnya melaporkan Grace Natalie ke Bareskrim Polri, Jakarta Pusat pada Jumat (16/11) kemarin. Adapun surat tanda terima laporannya tercatat di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Bareskrim Polri bernomor STTL/1217/XI/2018/BARESKRIM.

Eggi Sudjana, selaku kuasa hukum Zulkhair, menilai bahwa pernyataan yang dilontarkan Grace Natalie dalam pidatonya di acara HUT PSI berisi kebohongan. Selain itu, menurut Eggi, hal tersebut juga sangat bertentangan dengan beberapa ayat dalam kitab suci Al-Qur’an.

Dalam laporannya, Zulkhair membawa serta video yang berisi rekaman suara Grace Natalie saat peringatan ulang tahun keempat partainya yang digelar di ICE BSD, Tangerang pada Minggu (11/11). Zulkhair juga membawa serta beberapa pemberitaan dari media online sebagai barang bukti.

Grace Natalie dilaporkan terkait dugaan pelanggaran terhadap Pasal 156A KUHP, Pasal 27 Ayat (3) juncto Pasal 28 Ayat (2) juncto Pasal 14 juncto Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 yang berisi tentang Peraturan Hukum Pidana.