Rabi Yahudi Minta Bait Suci III Dibangun di Yerusalem, Kiamat Makin Dekat?


SURATKABAR.ID – Pada Senin (12/11/2018), ajaran eskatologis Yahudi menyatakan Bait Suci akan muncul dari tanah untuk ketiga kalinya saat Armageddon (ramalan tentang hari akhir) mendekat. Para ahli teori konspirasi Alkitab telah menyuarakan peringatan bahwa pendirian Bait Suci ketiga di Yerusalem diyakini akan membawa kembali Yesus Kristus serta semakin dekatnya hari kiamat.

Melansir Sputniknews via Tempo.co, Sabtu (17/11/2018), kekhawatiran tersebut dipicu sejak pekan lalu, saat komunitas rabi Yahudi yang dikenal dengan nama Sanhedrin, menulis surat kepada dua calon wali kota Yerusalem. Mereka meminta untuk akhirnya membangun kembali kuil, usai dua Kuil Suci pertama dibangun di Temple Mount Yerusalem yang berabad-abad silam dihancurkan oleh orang Babilonia dan kemudian oleh orang Romawi.

“Para rabi dari dewan Sanhedrin mendesak kedua calon wali kota untuk memasukkan dalam rencana mereka agar membangun kembali kuil ketiga di kota ini,” ujar Paul Begley yang dikenal sebagai pendeta Kristen dan pengkhotbah hari kiamat, di video YouTube-nya.

“Saudaraku, ini sangat dekat dengan ramalan Alkitab, saya tidak tahu harus berkata apa lagi,” Begley menambahkan.

Dia mengklaim, tak ada keraguan bahwa Yesus dari Nazareth—penyelamat dunia—akan kembali.

Baca juga: Dahsyat! China Bikin Matahari Buatan, Suhunya 6 Kali Lebih Panas dari Sang Surya

Adapun menurut Irvin Baxter dari Endtime Ministries, Bait Suci ketiga disebut-sebut akan dibangun kembali dalam tujuh tahun terakhir dari keberadaan dunia, dan dalam tiga tahun pertama dari akhir zaman. Hal ini akan menjadi pertanda yang paling terlihat dari datangnya hari kiamat.

“Karena fondasi itu diletakkan di Bukit Bait Suci, setiap jaringan di Bumi akan menyiarkan peristiwa luar biasa ini,” tukas Baxter.

Pada 2016, Breaking News Israel melaporkan bahwa komunitas Nascent Sanhedrin juga menulis surat kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump untuk bergabung dan memenuhi peran mereka berdasarkan Alkitab dengan membangun kembali Bait Suci Yahudi di Yerusalem.

Perang Gaza Pertanda Ramalan Hari Kiamat?

Di sisi lain, Rabi Yahudi, Pinchas Winston, seorang pakar eskatologi hari kiamat yang juga berprofesi sebagai penulis memperingatkan bahwa pertempuran terbaru di Gaza, atau ketegangan yang sedang berlangsung antara Israel dan Iran atas Suriah, dapat memicu perang hari akhir seperti yang diramalkan oleh Alkitab.

Rabi Pinchas Winston, yang karya-karyanya selama puluhan tahun telah banyak membahas tentang hari akhir, mengimbau agar militer Israel harus siap untuk perang hari akhir yang mungkin tiba kapan saja tanpa peringatan.

Dia merujuk nubuat dari Perang Gog dan Magog berdasarkan Alkitab Ibrani, yang meramalkan Penebusan Mesiah. Berdasarkan penafsiran Yahudi, Gog dan Magog dapat berupa individu, orang atau tanah, dan dipandang sebagai musuh Israel yang akan dikalahkan oleh Juru Selamat.

“Setiap mahasiswa sejarah tahu bahwa “kilas balik adalah 20-20” (dari frasa hindsight 20/20: fakta diketahui setelah peristiwa terjadi), tetapi pada saat ini, Anda tidak pernah tahu apa yang dapat memicu perang. Perang Dunia Pertama dimulai dengan pembunuhan Pangeran Ferdinand. Perang 2014 di Gaza dilatarbelakangi oleh pembunuhan tiga pemuda. Hal yang sama berlaku untuk Perang Gog dan Magog tetapi lebih dari itu,” beber Winston kepada Breaking Israel News, dilansir dari Sputniknews, Selasa (13/11/2018).

Akan Berlangsung 12 Menit

Dia juga mengutip penafsiran Vilna Gaon, seorang rabi abad ke-18, tentang Perang Gog dan Magog, yang mengatakan bahwa peristiwa itu akan berlangsung 12 menit dan melibatkan seluruh dunia.

“Itu tidak dapat dibayangkan pada saat itu, tetapi sekarang kita dapat membayangkan bahwa itu bisa menjadi kenyataan. Ada banyak aspek yang digambarkan dalam ramalan yang dikatakan skeptis mustahil terjadi. Itu semua bagian dari rencana yang lebih besar,” ujarnya.

Peringatan itu datang hanya beberapa hari setelah Sanhedrin, komunitas rabbi Yahudi, meminta pembangunan Bait Suci ketiga di Yerusalem: Kuil Solomon dan Bait Suci Kedua yang dibangun kembali, yang didirikan di Temple Mount ribuan tahun lalu, kemudian dihancurkan oleh orang Babel dan Romawi.

 

Banyak orang Yahudi telah menyuarakan keprihatinan bahwa keputusan seperti itu pasti akan mengarah pada kedatangan Mesiah, sementara ajaran eskatologis Yahudi mengungkapkan bahwa Bait Suci ketiga pertanda hari kiamat.

Hampir dua minggu yang lalu di Yerusalem, seekor ular meronta-ronta dari antara batu-batu Tembok Barat Israel, yang memicu kepanikan di antara para jamaah Yahudi yang meyakini bahwa ular merupakan penjelmaan pendeta Mesiah.

Peringatan ramalan hari kiamat sang Rabi menyusul pertempuran terbaru antara Hamas dan Israel di Gaza, setelah pasukan khusus Israel menyusup ke perbatasan Gaza dan membunuh komandan Hamas. Hal itu kemudian dibalas militan dengan gencatan ratusan roket.