Akhir dari Penolakan Perda Syariah PSI, Grace Natalie Akan Dipolisikan


SURATKABAR.ID – Pernyataan kontroversial Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menuai protes. Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) melaporkan dugaan penistaan agama tersebut ke Bareskrim Polri pada Jumat (16/11).

Diwartakan oleh CNNIndonesia.com, tindak pidana tersebut diduga buntut dari penolakan Grace atas peraturan daerah (perda) berlandaskan agama. Sebelumnya, Grace tegas menyatakan PSI tak akan mendukung Perda Syariah maupun Perda Injil.

Pernyataan yang dilontarkan Grace itu dinilai telah melecehkan agama Islam, lantaran bertentangan dengan sejumlah ayat Al-Qur’an. Antara lain dalam surat An Nisa ayat 135, surat Al Maidah ayat 8, dan surat Al Kafirun.

Kuasa hukum pelapor, Pitra Ramadoni Nasution, membenarkan adanya laporan Grace Natalie ke Bareskrim oleh pihaknya. Namun ia menolak ketika dimintai informasi terkait identitas kliennya yang membuat laporan tersebut.

Ia menjadi kuasa hukum PPMI bersama calon anggota legislatif dari Partai Amanat Nasional (PAN) Eggy Sudjana. “Dilaporkan ke Bareskrim Polri,” ujar Pitra ketika dimintai konfirmasi terkait laporan atas dugaan tindak pidana penistaan agama, Jumat (16/11).

Baca Juga: Jokowi Woles, Fahri: Kalau Tidak Ditantang ya Petahana Santai-Santai Saja

Diberitakan sebelumnya, Ketum PSI Grace Natalie menegaskan PSI menolak mentah-mentah perda yang berlandaskan agama, termasuk Perda Syariah. Hal tersebut ia ungkapkan dalam acara peringatan ulang tahun keempat PSI yang digelar di ICE BSD pada Minggu (11/11).

“PSI akan mencegah lahirnya ketidakadilan, diskriminasi, dan seluruh tindakan intoleransi di negeri ini. PSI tidak akan pernah mendukung perda-perda Injil atau perda-perda Syariah,” demikian bunyi pernyataan tegas Grace.

Ada pun sikap tersebut merupakan salah satu dari tiga misi yang diusung partainya apabila mendapatkan kepercayaan untuk mengisi kursi di parlemen. Dua misi lainnya adalah untuk menjada para pemimpin di tingkat nasional dan lokal dari gangguan politisi hitam. Dan terakhir menghentikan praktik pemborosan dan kebocoran anggatan di parlemen.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief ikut memberikan tanggapan. Ia menilai sikap politik yang ditunjukkan PSI mencerminkan partai tersebut andil dalam semakin merebaknya Islamofobia. “PSI kelihatannya dibentuk untuk Islamophobia mendapat gelanggang. Juga tidak serius duduk di parlemen,” tulis Andi melalui akun Twitter miliknya.