Hadiri Deklarasi Dukung Jokowi-Ma’ruf, Masyarakat Mengaku Dijebak


SURATKABAR.ID – Minggu (11/11/2018) kemarin digelar acara kerukunan lintas agama di Gelanggang Remaja, Jalan Sutomo, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah kepala lingkungan (kepling) di Kota Medan. Namun, tak sedikit undangan yang mengaku kecewa dan memilih pulang di tengah-tengah acara.

Sebab, mereka merasa dibohongi karena acara tak sesuai dengan yang tertulis di undangan. Menurut kabar, para kepling mendapat arahan lurah dan diundang untuk hadir dalam acara kerukunan lintas agama. Namun ternyata, acara tersebut malah diwarnai deklarasi dukungan kepada capres cawapres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin.

“Saya datang, tapi nggak ada teken absen. Iya, ada deklarasi untuk mendukung Jokowi. Pening juga kami melihatnya, bang,” tutur salah satu kepling yang mananya enggan disebutkan, Rabu (14/11/2018), seperti dilansir dari jawapos.com.

Baca juga: Kubu Jokowi Disebut Paling Banyak Pakai Akun Robot untuk Kampanye

Oleh karena itu, tak sedikit kepling yang merasa kecewa dan dijebak. Sebab, dalam arahan lurah tak menyebut bahwa acara tersebut juga diisi dengan deklarasi dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf.

“Kenapa kami seperti dibodoh-bodohi. Karena kami nggak tahu ada deklarasi. Aneh ya, pembodohan masih berlaku saat ini,” lanjutnya.

Agenda politik terselubung ini pun membuat para kepling bingung. Mereka berharap pejabat di atasnya untuk berterus terang soal deklarasi, bukan malah membohongi mereka.

“Kadang-kadang main dari langit. Karena saya (kepling) ujung tombak. Saya yang kena. Kami kecewa,” tuturnya.

Tak hanya seorang, kepling lainnya juga menuturkan hal serupa. Namun, saat itu ia tak bisa hadir karena sakit.

“Memang ada lurah yang menyuruh. Tapi karena saya sakit, kurang enak badan, makanya malas datang. Kawan-kawan yang datang juga bilang ada deklarasi,” ujar kepling tersebut.

Sementara itu, salah seorang Camat mengakui ia memerintahkan lurah untuk mengarahkan para kepling untuk menghadiri acara tersebut. Namun, ia enggan menjelaskan secara detail kegiatan sepanjang acara dan mengelak adanya deklarasi.

Anehnya, tanpa diberi pertanyaan lengkap, oknum camat yang enggan disebut identitasnya tersebut seakan langsung tahu apa yang dimaksud awak media. “Itu kami nggak tahu salahnya di mana. Yang penting kalaupun ada di lapangan, ya kami nggak bisa komentar,” katanya.