Seorang ASN Gajinya Ditunda Setahun Selepas Tulis Sesuatu yang Aneh di Facebook


SURATKABAR.ID – Seorang aparatur sipil negara (ASN) bernama Bambang Setiono dikenai sanksi tak lazim akibat status yang ditulisnya di Facebook.

ASN Pemerintah Kota (Pemerintah Kota) Malang ini mendapat hukuman penundaan gaji selama satu tahun gara-gara status Facebook tersebut.

“Sanksi sudah diberikan, yakni penundaan gaji berkala satu tahun,” ujar Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto, Senin (12/11/2018), dikutip dari detik.com.

Menurut Widianto, sanksi tersebut diberikan serelah instansi terkait melakukan pemeriksaan. Berkas acara pemeriksaan (BAP) membutuhkan beberapa hari. “Sanksi setelah yang bersangkutan di-BAP,” lanjutnya.

Baca juga: Gempar Guru SMK Dikeroyok Siswa, Pengakuan Pembuat Video Mengejutkan

Sebelumnya, dikabarkan bahwa ASN Pemkot Malang tersebut menuliskan status tak lazim di akun Facebook pribadinya. Status ini pun akhirnya viral. “Dasar Negara Indonesia adalah Ketuhanan Yang Maha Esa Bukan Pancasila,” bunyi status yang ditulis oleh Bambang.

Setelah viralnya status Bambang, Pemkot Malang langsung menggelar investigasi. Pelacakan dilakukan dan ditindaklanjuti dengan penindakan. Bahkan, Wali Kota Malang Sutiaji langsung mengeluarkan perintah setelah menerima informasi mengenai postingan Bambang tersebut.

“Soal itu sudah dilakukan penanganan oleh Sekda, asisten dan BKD. Setelah kami menerima informasi terkait postingan tersebut,” tutur Sutiaji, Senin (5/11/2018) lalu.

Sutiaji mengungkapkan, upaya penelusuran yang dilakukan membuahkan hasil, sehingga dapat diketahui bahwa pemilik akun adalah salah satu ASN di lingkungan Pemkot Malang.

Namun, kabar terbaru mengungkap bahwa Bambang tak hanya tersandung kasus status tak lazim. Ia ternyarta juga diperiksa Bawaslu Kota Malang karena dugaan pelanggaran kampanye di akun Facebook miliknya.

“Tadi kami panggil untuk klarifikasi, soal postingan di akun Facebook yang bersangkutan, atas dugaan pelanggaran kampanye pemilu,” terang komisioner Bawaslu Kota Malang Rusmi Fahrizal Rustam, Selasa (13/11/2018).

Setelah pemeriksaan, menurut Rusmi, Bambang mengakui bahwa akun yang membagikan postingan salah satu pasangan capres-cawapres di Pilpres 2019 adalah miliknya.

“Yang bersangkutan datang dengan didampingi kepala bagian hukum Pemkot Malang. Pada intinya, Bambang Setiono ASN di Dinas Pertamanan dan Pemukiman Pemkot Malang mengakui bahwa itu memang akun FB-nya,” kata Rusmi.