Heboh Temuan Bongkahan Es Mirip Peti Mati di Antartika, Bergerak ke Utara


SURATKABAR.ID – Citra satelit NASA menangkap pemandangan aneh di benua Antartika baru-baru ini. Setelah sekian tahun mengintai benua tersebut, ditemukan sebuah bongkahan es berukuran besar dan berwarna putih bersih. Anehnya, bongkahan itu terlihat serupa dengan peti mati.

Menukil Liputan6.com dan Dream.co.id, Selasa (13/11/2018), pada Sabtu (10/11/2018), gambar tersebut diabadikan oleh astronot ISS pada akhir September 2018 melalui NASA Earth Observatory. Benda ini mengambang di perairan gelap gulita, di lepas pantai Antartika.

Menurut penuturan Ilmuwan, bongkahan es itu menuju ke tempat yang dikenal sebagai “makam gunung es”. Lempengan berbentuk aneh ini telah menghabiskan waktu 18 tahun terakhir mengambang di laut setelah memisahkan diri dari Ross Ice Shelf pada Maret 2000.

Bongkahan ini kini bergerak ke arah utara, menuju perairan hangat.

Chris Shuman, seorang glaciologist NASA/UMBC, mengungkapkan hamparan es besar berwarna putih bersih ini punya enam sisi dan bentuk memanjang, seperti peti mati kayu pada umumnya. NASA mengatakan, bentuk itu merupakan hasil asli dari fenomena alam.

Baca juga: Ganti Tampilan, Bumi Tak Lagi Datar dalam Google Maps

“Patahan itu mirip dengan pembelahan kristal mineral yang ditatah dengan palu tajam,” ujar Shuman.

Ia melanjutkan, bentuknya disebabkan oleh ketidaksengajaan ruang dan waktu. Hal ini mengingat pelayaran es tersebut memakan waktu 18,5 tahun.

Gunung es, yang dikenal sebagai B-15T ini, telah melakukaan perjalanan keluar dari Samudera Selatan (Southern Ocean) saat foto itu diambil pada September lalu.

Pergi ke `Makam` Gunung Es

Pemandangan lain, yang diabadikan oleh Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) pada satelit Terra NASA, menunjukkan B-15T mengapung melalui Atlantik Selatan antara Georgia Selatan dan Kepulauan Sandwich Selatan pada hari yang sama.

Daerah itu oleh NASA disebut sebagai tempat di mana gunung es akan mati. Hal ini disebabkan oleh perairan di wilayah itu lebih hangat daripada di Samudera Selatan.

Diungkapkan lembaga antariksa tersebut, musim dingin di belahan Bumi selatan akan semakin dekat. Ketika gunung es itu terlihat pada September, sehingga datangnya sinar matahari yang melimpah dapat semakin menghangatkan air di sekitarnya.

“Kurangnya es laut di sekitar B-15T menyiratkan bahwa air berada di atas titik beku,” ungkap NASA.

Gunung es B-15T diketahui memecah lapisan es 18 tahun yang lalu. Dari waktu ke waktu, ini menjadi hancur berkeping-keping yang lebih kecil dari waktu ke waktu. Akan tetapi, NASA mencatat bahwa bentuk menakutkan dari B-15T diperoleh jauh sebelum ia pindah ke kuburan gunung es.

“Arus Kutub Selatan Antartika, yang melewati Selat Drake, mengarahkan gunung es itu ke arah timur dan menduduki lokasinya saat ini,” NASA memaparkan.