Keterlaluan! Video Murid SMK NU 3 Kaliwungu Tendangi Guru Viral, Pihak Sekolah Santai Bilang Begini


    SURATKABAR.ID – Pengguna jagat maya lagi-lagi dibikin jengah melihat sikap kurang ajar sekelompok pelajar kepada gurunya sendiri. Video yang merekam aksi para siswa SMK NU 3 Kaliwungu Kendal tersebut sontak langsung viral di media sosial.

    Dalam rekaman dengan durasi 24 detik tersebut, seperti yang dilansir dari laman Tribunnews.com pada Minggu (11/11/2018), siswa-siswa tersebut terlihat tengah mendorong dan menendangi guru mereka. Parahnya lagi, hal itu mereka lakukan secara beramai-ramai.

    Terlihat jelas, kejadian tersebut berlangsung saat jam pelajaran sedang berjalan. Dalam video selain memperlihatkan suasana di dalam ruang kelas, juga terlihat ada banyak siswa di dalamnya. Sedangkan sang guru malang itu berdiri di depan kelas dengan buku di tangan.

    Ketika melancarkan aksi tak berpendidikan kepada pahlawan tanpa tanda jasa itu, para siswa NU 3 Kaliwungu dengan penuh semangatnya tertawa-tawa. Sebaliknya, sang guru menunjukkan raut wajah murah seolah sedang menahan amarah.

    Guru pria itu juga sempat memberikan sedikit perlawanan. Sang guru terlihat melayangkan tendangan balik ke arah siswanya tersebut. Namun bukannya berhenti, para siswa kurang ajar itu malah tetap melanjutkan aksi itu.

    Baca Juga: Viral Video Wanita Gampar Driver Ojek Online, Tak Disangka Begini Fakta Sebenarnya

    Saat dikonfirmasi, Kepala SMK NU 3 Kaliwungu Muhaidin buka suara menanggapi kejadian tersebut. Ia mengungkapkan, para siswa dalam video viral itu merupakan siswa kelas X Jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR). Sedangkan guru yang jadi bulan-bulanan dalam video adalah Joko Susilo (54).

    “Kejadiannya hari Kamis (8/11). Saat itu tengah pelajaran terakhir, yaiktu pelajaran gambar konstruksi mesin. Sang guru tengah menanyakan salah satu siswa karena tidak membawa alat peraga,” jelas Muhaidin, Minggu (11/11).

    Sang kepala sekolah menambahkan, suasana di ruang kelas menjadi gaduh karena kejadian tersebut. “Siswa lainnya pun jadi gaduh karena temannya tidak membawa. Di saat itu juga ada siswa yang bercanda melempar kertas ke Pak Joko,” imbuhnya.

    Barulah setelah itu, para siswa yang menggoda sang guru mendorong Pak Joko. Adapun alasan mereka adalah untuk mendapatkan respons dari sang guru. Muhaidin menjelaskan bahwa Joko memang dikenal sebagai sosok pengajar yang sering bergurau dengan para siswanya.

    “Itu hanya bercanda karena waktunya sudah mau pulang. Kami juga sudah memanggil guru dan para siswa untuk dimintai keterangan karena video itu viral sejak hari Jumat dan ternyata itu bercanda,” jelas sang kepala sekolah lebih lanjut.

    Muhaidin mengaku, saat kejadian berlangsung ia memang sedang melakukan monitoring ke masing-masing kelas. Dan dari kejauhan, kondisi kelas tempat Pak Joko mengajar memang terdengar ramai. Saat dilakukan pengecekan, memang para siswa dan Pak Joko tengah bercanda.

    “Saat itu bertepatan dengan saya monitoring tiap kelas. Dan memang tidaka da namanya pemukulan dan penendangan terhadap guru. Dan siswa pun setelah itu melanjutkan pelajaran juga,” pungkas Muhaidin.

    Menanggapi video yang viral tersebut, Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama Kendal Ibnu Darmawan mengaku menyesal sampai terjadi hal seperti itu. Ia menegaskan, sangat tidak pantas siswa melakukan aksi seperti dalam video kepada guru.

    “Saya sudah konfirmasi ke pihak sekolah, yang dilakukan oleh para siswa itu hanyalah bercanda. Gaya mengajar guru itu juga diselingi bercanda sehingga para siswa menganggap sang guru adalah teman sendiri,” jelas Ibnu Darmawan.

    Pihaknya sudah mengimbau pihak sekolah untuk melakukan pembinaan terhadap para guru dan siswa-siswanya. Hal itu bertujuan untuk menciptakan suasana belajar mengajar yang penuh kasih sayang dan agar kejadian serupa tak terulang kembali.

    “Jadi guru wajib dihormati oleh siswa dan guru juga menghormati siswa. Karena dalam video tersebut sikap siswa sudah sangat berlebihan. Tidak ada rasa hormatnya kepada guru. Jadi dua-duanya kami minta untuk dibina dan orangtua siswa dalam video itu juga dilibatkan dalam kasus ini,” pungkasnya.

    Lihat videonya di bawah: