Punya Pengalaman Menang di Pemilihan, Jokowi Bongkar Rahasia Jitunya. Rupanya Ini Triknya Curi Hati Rakyat


SURATKABAR.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) terang-terangan soal trik suksesnya meraih kemenangan dalam Pemilihan Wali Kota Solo. Ia mengungkapkan caranya cuma dengan cara door to door untuk merebut hati rakyat.

Jokowi, seperti yang dilansir dari laman JPNN.com pada Minggu (11/11/2018), mengungkapkan satu tahun sebelum mengikuti pemilihan untuk kali pertama, tak satu pun yang mengenal dirinya. Melawan tiga kandidat lainnya yang jauh lebih punya nama di mata masyarakat, Jokowi tak patah arang.

“Setahun sebelum (pilwako), ditanyakan yang namanya Jokowi di Solo ada yang kenal ndak? Saya jamin satu pun, tidak ada satu pun. Tidak ada yang kenal,” ujar Jokowi di sebuah acara Partai Hanura yang digelar di Hotel Discovery Ancol, Jakarta Utara beberapa hari lalu.

Ia menambahkan, dalam pemilihan yang diikuti oleh empat calon, hanya dirinya yang tak punya nama di masyarakat luas. Saingannya ada petahana, pengusaha besar, dan ketua Kadin yang cukup populer. “Saya enggak dikenal,” tegas Jokowi.

Namun demikian, terang Jokowi, dalam pilwako tersebut ia berhasil memenangkan kompetisi dengan raihan suara yang cukup untuk membawanya menjadi orang nomor satu di Solo. “Hanya 37 persen, tapi yang penting menang,” tuturnya lebih lanjut.

Baca Juga: Heboh Safari Politik ke Pasar di Bandung, Jokowi Belanja Ayam

Dan dalam pilwako periode kedua, Jokowi menjelaskan bahwa ia sebenarnya sudah tak memiliki keinginan untuk kembali mencalonkan diri. “Tapi saya didesak-desak terus, ya sudah saya mau. Tapi saya tidak mau keluar apa-apa,” tuturnya.

Ia lantas melakukan pendekatan door to door seperti sebelumnya. Namun kali ini ia mendekati rakyat sembari menceritakan apa saya yang sudah dan akan dilakukannya jika kembali terpilih. Seperti misalnya kartu sehat, kartu pintar, dan pembangunan infrastruktur yang sudah ia kalukan.

“Setelah ngomong-ngomong, pulangnya saya menyalami masyarakat,” ujarnya yang kemudian mengungkapkan saat bersalaman itulah ia sambil menghitung dan mengetahui siapa saja yang mendukung dan mana yang tidak.

“Sambil ngitung salamannya, oh, dukung. Masuk pintu yang lain salami, oh dukung. Saya mengerti betul waktu salaman tahu yang dukung atau tidak, oh ini ragu-ragu, besok saya datangi lagi,” ungkapnya disambut riuh tepuk tangan dari para kader Hanura.

Pendekatan door to door, menurutnya sangat penting untuk memberikan penjelasan sembari mencuri hati masyarakat luas. “Setelah itu saya lakukan, dari 37 persen pilkada pertama, kemudian pilkada kedua memperoleh 91 persen,” papar Jokowi.

Terakhir ia mengingatkan bahwa rakyat Indonesia itu tak hanya mereka yang aktif di media sosial, Twitter, Facebook, ataupun Instagram. Ada sangat banyak masyarakat yang tak bersinggungan dengan jejaring sosial. “Semuanya harus kita jangkau,” ujarnya tegas.

Mengingat waktu menuju pemilu yang sudah tak banyak lagi, Jokowi meminta untuk timnya mengerahkan seluruh energi dan terus terjun langsung serta lebih aktif lagi dalam menyampaikan kinerja apa saja yang sudah dilakukan dan apa yang nantinya dilakukan.

“Solidaritas, sinergi antartim sangatlah penting. Perkuat jaringan dengan akar rumput. Saya yakin dengan cara ini perjuangan akan membuahkan hasil yang maksimal,” pungkas pria kelahiran 21 Juni 57 tahun lalu tersebut.

[wpforms id=”105264″ title=”true” description=”true”]