Ternyata! Ditanyai Hubungannya dengan D.N Aidit, Yusril Terang-Terangan Jawab Begini


SURATKABAR.ID – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra buka suara terkait hubungannya dengan salah satu pemimpin senior dari Partai Komunis Indonesia (PKI), yakni Dipa Nusantara (D.N) Aidit.

Yusril, seperti yang dilansir dari laman Republika.co.id pada Minggu (11/11/2018), mengungkapkan pertanyaan tersebut muncul di satu grup WhatsApp milik salah satu kubu pendukung calon presiden dan wakil presiden dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Untuk diketahui, keduanya sama-sama berasal dari Pulau Belitung. Terkait hal tersebut, Yusril menegaskan tak pernah bertemu D.N Aidit hingga sosok tersebut wafat pada 1965 silam. Namun ia mengungkapkan bahwa sang ayah, Idris bin Haji Zainal memang kenal baik dengan Aidit.

“Kalau D.N Aidit pulang ke Belitung, kadang bertemu juga dengan ayah saya. Ayah D.N Aidit, Abdullah Aidit adalah Ketua Nurul Islam Belitung, yang tahun 1947 berubah menjadi cabang Masyumi,” tutur Yusril melalui pesan singkat pada Sabtu (10/11) kemarin.

Ia mengatakan bahwa sebagian keluarga D.N Aidit di tempat asalnya menjadi anggota dari Masyumi. Namun untuk mereka yang merantau, seperti D.N Aidit dan Subron Aidit bergabung dengan PKI. Murad Aidit, adik paling bungsi D.N Aidit wafat saat menjadi aktivis Partai Buruh dua tahun silam.

Baca Juga: Blak-Blakan! Jadi Lawyer Petahana, Tak Disangka Ini Alasan Yusril Ogah ke Prabowo-Sandiaga

Secara ideologi, imbuh Yusril, keluarganya dengan keluarga D.N Aidit yang bergabung dengan PKI memang sangat bertentangan. Tetapi, ia dengan tegas menjelaskan bahwa dengan keluarga D.N Aidit yang merupakan anggota Masyumi, keluarganya memiliki hubungan yang cukup dekat.

“Namun sebagai sesama orang sekampung, hubungan kami baik-baik saja. Anak D.N Aidit, Ilham Aidit, sesekali bertemu saya. Dan dia memanggil saya ‘Abang’. Dia selalu bertanya bagaimana perkembangan PBB,” jelas pengacara pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin tersebut.

Lebih lanjut, Yusril mengatakan Ketua Umum Masyumi M. Natsir pernah bercerita bahwa ia senantiasa berkelahi dengan D.N Aidit dalam bidang politik. Akan tetapi, saat rehat sidang DPR, Aidit membawakan secangkir kopi, bahkan membukakan bungkus rokok yang kemudian disodorkan pada Natsir.

“M. Natsir juga pernah bercerita ketika sedang menunggu becak di depan Gedung DPR di Lapangan Banteng, tiba-tiba Aidit lewat naik sepeda. Lalu Aidit bilang, ‘Bung Natsir, ayo saya bonceng’,” tutur Yusril kemudian.

Oleh karena itu, meski kini dirinya resmi menjadi pengacara untuk tim petahana pada Pilpres 2019 mendatang, Yusril menegaskan hal tersebut tak mengganggu hubungannya dengan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Ia ingin seperti pemimpin Masyumi M. Natsir dengan pemimpin PKI D.N Aidit.

“Ketika saya beda dengan Anda dalam hal yang sebenarnya tidak ideologis, yakni kesediaan saya menjadi lawyer Hokowi-Ma’ruf, bisakah kita tetap baik antar sesama dan saling menghormati seperti Mohammad Matsir dengan D.N Aidit? Bisakah kita menghentikan segala macam jugatan, hanya karena kita beda dalam menentukan pilihan dan beda dalam setrategi politik?” pungkas Yusril.

[wpforms id=”105264″ title=”true” description=”true”]