Selesai Solat, Kakek 80 Tahun Ini Tega Habisi Istrinya Karena Menolak Berhubungan Intim


SURATKABAR.ID – Perbuatan HA Soto membunuh istrinya, Hj Isa, membuat gempar di Lerang, Abbumpungeng, Sulawesi Selatan (Sulsel). Apalagi motifnya karena Soto, yang berusia 80 tahun, marah lantaran istrinya yang berusia 60 tahun menolak melakukan hubungan badan.

“Tersangka ini kondisinya di tengah keluarganya katanya sering sakit-sakitan. Dia rujuk 2 bulan lalu setelah sempat bercerai dan tinggal bersama satu orang anaknya,” kata Kapolsek Cina Iptu Abdul Rahim, Senin (5/11/18) dilansir dari detik.com.

Saat diantar menyerahkan diri ke polisi oleh tetangganya, Soto ikut membawa barang bukti berupa parang yang digunakan untuk menganiaya istrinya.

“Tersangka sempat melakukan salat sebelum peristiwa terjadi. Namun usai solat, pelaku mendapati istrinya terbangun untuk minum, hingga timbullah syahwat. Kemudian mendekati hingga memaksa korban untuk b********h namun ditolak. Pelaku langsung ambil parang dan menganiaya korban,” ujar Abdul Rahim.

Baca Juga: Jalani Masa Tahanan, Begini Kondisi Terakhir Pretty Asmara Sebelum Dikabarkan Meninggal

Soto kini sudah berstatus tersangka dan menghuni tahanan Polsek Cina, Bone, Sulawesi Selatan. Seorang tetangga Soto, Rahma, ikut kaget atas kejadian tersebut.

“Kemarin saya sempat melayat korban. Tidak menyangka saja, soalnya keduanya dikenal orang yang baik,” ungkap Rahmi.

Kakek dan nenek ini baru rujuk selama 2 bulan setelah sempat berpisah karena bercerai dan telah dikarunia 5 anak.

Akibat perbuatan jahat suaminya, korban mendapat luka serius di beberapa bagian tubuh, yakni luka terbuka pada leher, luka tusuk pada kepala sebelah kiri, luka terbuka pada lengan kiri, serta luka terbuka pada paha kanan. Polisi menyatakan penganiayaan dilakukan berkali-kali.

Bersama barang bukti, yakni sebilah parang, pelaku kini telah diamankan di ruang tahanan Polsek Cina guna proses lebih lanjut.

“Usai menganiaya korban, tetangga datang. Pelaku sendiri yang membuka pintu. Jadi datang ke Polsek menyerahkan diri diantar saksi,” ujar Iptu Abdul Rahim.