Hanya dengan Menangis, Para Pelayat Palsu Ini Bisa Dapatkan Banyak Uang


SURATKABAR.ID – Biasanya, menangis kerap dilakukan saat seseorang sedih atau marah. Namun uniknya, siapa sangka jika saat ini menangis bisa dijadikan profesi yang menghasilkan uang. Hal ini sudah terjadi di sejumlah negara sejak dua tahun lalu. Memasuki 2015, menangis bahkan menjadi profesi yang terbilang populer di Asia, terutama Taiwan.

Menukil Liputan6.com, Sabtu (03/11/2018), ternyata profesi sebagai orang yang ikut menangis di pemakaman sudah ada sejak lama di Asia—khususnya Taiwan. Mereka sengaja direkrut untuk menangis dan menunjukkan rasa duka yang mendalam.

Dengan tangisannya, mereka harus memberikan kesan kepada orang yang hadir, bahwa orang yang meninggal saat itu sangat berpengaruh dan penting.

Seseorang bernama Ian Robertson bahkan mendirikan bisnis Rent-a-Mourner, bisnis untuk menyewa orang yang menangis di pemakaman.

Bagaimana profesi tersebut dilakukan di berbagai negara? Simak ulasan singkatnya seperti dilansir dari The Richest, The Telegraph dan sejumlah sumber lain, Sabtu (03/11/2018).

Baca juga: Seram! 6 Ritual Aneh yang Mendunia, 3 di Antaranya dari Indonesia

Pelayat palsu paling handal di Taiwan

Di Taiwan, pemakaman dramatis dengan pelayat yang ramai menangis terbilang sangat penting secara budaya dan tradisi. Maka biasanya, untuk menunjukkan atmosfir yang sesuai, keluarga yang kaya raya akan menyewa para pelayat profesional yang bertugas menangis dan bernyanyi dengan sedih.

Menangis di tempat orang yang tak terkenal sangat sulit. Tapi itu tidak terjadi dengan pelayat palsu profesional asal Taiwan, Liu Jun Lin.

Wanita yang kini berusia 34 tahun tersebut mengaku dapat menangis di tengah pemakaman orang lain hanya dengan membayangkan dirinya sebagai keluarga yang ditinggalkan.

Menurutnya, setiap tangisannya sungguhan dan dia telah menjalani profesi itu selama 19 tahun.

Biaya sewa pelayat palsu

Dengan biaya 45 pound sterling atau Rp 898 ribu per jam (kurs: Rp 19.955/pound sterling), Anda dapat menyewa para pelayat palsu di Inggris. Jasa pelayat palsu ini dibutuhkan untuk menangis dan menunjukkan bela sungkawa di pemakaman.

Sebelum menghadiri pemakaman, para pelayat palsu akan diberikan keterangan singkat mengenai riwayat almarhum. Itu membuat para pelayat leluasa berbicara dengan teman dan kerabat yang ditinggalkan.

Menyewa pelayat palsu untuk menghadiri pemakaman mungkin akan terdengar aneh. Namun tradisi ini sudah cukup ramai dilakukan di Asia.

Profesi ini pertama kali merebak di Afrika dan memang cukup terkenal di Asia. Kondisi inilah yang kemudian memicu Ian Robertson untuk mendirikan bisnis jasa pelayat.

Bisnis pelayat palsu

Salah satu bisnis perekrutan pelayat palsu terang-terangan didirikan di Inggris, yakni Rent-a-Mourner. Perusahaan itu mempekerjakan 20 pelayat palsu untuk menangis di pemakaman dan mereka bukanlah aktor profesional.

Sebenarnya, para pelayat palsu tak perlu menangis sejadi-jadinya di pemakaman, yang terpenting, mereka menambah banyak jumlah pelayat. Itu dapat membantu keluarga menunjukkan bahwa orang yang meninggal terbilang penting dan berpengaruh.

Robertson mengaku terinspirasi mendirikan bisnis ini karena pertumbuhan kebutuhan pelayat palsu di China. Di Inggris, bisnisnya memang berhasil tumbuh sangat pesat.

Baru didirikan, pihaknya langsung menerima 52 pesanan pelayat palsu dan 15 pesanan dalam enam bulan pertama.