2 Kali Lolos dari Kematian Karena Kecelakaan Lion Air, Beginilah Kondisi Pramugari Cantik Ini Sekarang


SURATKABAR.ID – Tragedi mengerikan yang menimpa Lion Air nomor penerbangan JT 610 masih ramai di pemberitaan Nasional. Laura Lazarus, pramugari cantik yang pernah dua kali lolos dari maut dalam kecelakaan Lion Air berbagi cerita.

Laura, dilansir dari Jawapos.com pada sabtu (3/11/2018), mengaku tak percaya masih bisa bertahan hingga detik ini. Ia sempat terperosok ke titik paling gelap dalam hidupnya ketika kecelakaan pesawat berlogo kepala singa itu hampir merenggut nyawanya.

Mengabdikan diri bekerja bersama Lion Air, Laura dua kali mengalami kecelakaan. Tahun 2004 menjadi tahun paling nahas bagi dirinya. Pertama, Juli 2004, pesawat yang membawanya bersama penumpang sempat mengalami kecelakaan di Palembang.

Lion Air yang membawanya keluar dari landasan. Namun beruntung dalam insiden tersebut tak ada yang meninggal. Lalu kedua, masih di tahun yang sama, Laura muda kembali ditempa musibah. Saat itu, November 2004, Laura yang masih 19 tahun mengalami kecelakaan bersama Lion Air  di Solo.

Sesaat sebelum pesawat mendarat, terjadi goncangan hebat di udara. Sang pilot berupaya mendaratkan pesawat, namun burung besi itu tiba-tiba keluar landasan dan menubruk pagar hingga akhirnya berhenti di tanah pemakaman.

Baca Juga: Merinding! Kesaksian Driver Ojol Wanita Hingga Ramalan Gadis Indigo, Inilah Gambaran Mengerikan Tragedi Lion Air JT 610

Akibat kecelakaan tersebut, pilot dan sejumlah pramugari meninggal dunia. Selain itu, lebih dari 20 penumpang tewas dan beberapa orang mengalami luka berat. Sedangkan Laura sendiri mendapatkan luka yang cukup parah pada bagian wajah, patah tulang, dan bahkan sampai kehilangan jari.

“Saya tak menyangka saya masih bisa bertahan hidup sampai saat ini. Kecelakaan itu hampir merenggut hidup saya. Bahkan pada kecelakaan kedua, saya sempat koma tiga hari,” tuturnya ketika ditemui pada Jumat (3/11).

Bagi Laura, setiap manusia memiliki catatan kehidupannya masing-masing. Dan ia memutuskan untuk bangkit dari jurang keterpurukan. Laura mengalami luka hampir di sekujur tubuhnya hingga mati rasa. Daging pada betis hilang, tulang patah, dislokasi pada tangan, hingga wajahnya yang penuh luka.

“Sudah hancur-hancuran rasanya. Saya ulang-ulang cerita ini ke mana pun. Sebab semua yang sedang terpuruk saat ini harus bisa meyakini tentang life changing. Bahwa kita harus bangkit. Saya hanya berserah diri saat itu. Saat masih 19 tahun,” tutur wanita cantik ini.

Ia harus menjalani perawatan selama 8 bulan di rumah sakit. Malangnya, Lion Air hanya menanggung biaya perawatan Laura di awal kejadian saja. Untuk selanjutnya, dirinyalah yang harus menanggung sisa dari seluruh biaya pengobatan.

“Lion Air adalah maskapai pertama dan terakhir tempat saya bekerja. Saya diterima 2003 di Lion Air untuk awalnya mengikuti training, dan kecelakaan terjadi 1,5 tahun setelahnya. Sebagian muka saya hancur dan tulang pipi saya remuk. Saat itu tangan saya copot, pinggang patah, kaki patah, betis hilang setengah bagian,” jelasnya.

“Saat itu sudah tak bisa jalan sempurna. Sebab seluruh tulang kaki saya sudah remuk, rapuh dan keropos. Dokter sampai harus patahkan tulang kaki saya biar tumbuh tulang yang baru. Ini semua di kaki saya adalah pen besi untuk menyangga agar saya bisa berjalan. Dan saya harus pakai tongkat sampai saat ini dan seterusnya,” ungkap Laura.

Pasca kecelakaan bersama Lion Air, Laura harus intens menjalani lebih dari 19 kali operasi selama 1,5 tahun. Bahkan hingga 2017, ia masih terus menjalani operasi guna memulihkan tubuhnya dari luka akibat kecelakaan tersebut.

14 tahun sudah berlalu. Dan Laura Lazarus pun telah berubah. Waktu membantunya tumbuh menjadi lebih bijaksana dan menerima kenyataan yang ada di hadapan. Ia memutuskan bangkit dan kini berhasil membuktikan kemampuannya.

Selain mengelola usaha penerbitan Growing Publishing, Laura juga menjadi motivator di banyak tempat. Bukunya yang berjudul Unbroken Wings sukses melambungkan namanya. “Saya tak boleh sedih berlarut-larut. Keluarga besar yang mensupport saya untuk bisa bangkit berdiri tegar hingga saat ini,” pungkasnya.