Janggal! Gaji Pilot Lion Air Bhavye Sunaje Hanya 3,7 Juta, BPJS Beberkan Kecurigaannya


SURATKABAR.ID – Ketua Ikatan Pilot Indonesia (IPI) I Rama Valerino Noya enggan berkomentar banyak terkait informasi gaji pilot Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang sebesar Rp3,7 juta per bulan. Rama mengaku tak memiliki data terkait besaran gaji tersebut.

“Saya enggak bisa jawab, saya enggak ada data. Semoga itu tidak benar,” ujar Rama di gedung Graha Dirgantara, Kompleks Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Jumat (2/11/18) dilansir dari cnnindonesia.com.

Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Agus Susanto sebelumnya mengungkap besaran gaji dari pilot Lion Air JT-610 Bhavye Sunaje Rp3,7 juta per bulan. Sementara co-pilot Harvino menerima gaji sebesar Rp 20 juta per bulan.

Rama mengatakan, sekali pun informasi itu benar ia berharap hal itu bisa diperbaiki oleh pihak maskapai. “Ya kalau benar terjadi semoga bisa diperbaiki,” katanya.

Baca Juga: Pernah Jadi Pramugari Lion Air, Istri Pasha Ungu Beberkan Hal Mengejutkan

Sementara terkait kabar yang menyebut kapten pilot Bhavye merupakan pekerja kontrak Lion Air, Rama berharap maskapai berlambang singa merah itu bisa memperbaiki sistem kontrak pegawainya. Bhavye disebut berstatus sebagai Pegawai Kerja untuk Waktu Tertentu (PKWT).

Menurut Rama, seorang pilot tak bisa diikat dengan kontrak kerja karena alasan keamanan dan keselamatan. Ia mengaku sejak lama telah mengadukan permasalahan kontrak kerja pilot ke Komisi IX DPR dan Departemen Tenaga Kerja.

“Sejak Maret 2018 kami sudah ke Komisi IX DPR, tapi belum (ada hasilnya). Mudah-mudahan ke depan diperbaiki pengkajian kontrak kerja dari SDM pilot sesuai aturan undang-undang,” ucapnya.

BPJS Ketenagakerjaan sebelumnya menduga ada praktik perusahaan memainkan angka upah karyawan dalam pelaporan ke BPJS Ketenagakerjaan. Praktik ini disebut kerap dilakukan untuk menekan beban keuangan perusahaan. Namun pihak Lion Air telah membantah informasi gaji tersebut.

Dilansir dari tempo.co, Deputi Direktur Bidang Humas dan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan Irvansyah Utoh Banja menyayangkan pelaporan gaji pilot Lion Air JT 610 lebih rendah dibandingkan upah co-pilot. Menurut Utoh, Lion melaporkan upah pilot tersebut sekitar Rp 3,7 juta, sementara co-pilot justru mencapai Rp 20 juta.

“Pelaporan upah tersebut biasanya update setiap bulannya. Upah yang dilaporkan tidak sesuai dengan gaji sebenarnya akan merugikan para pekerja yang terdaftar pada program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan,” kata Utoh saat dihubungi Tempo, Kamis, 1 November 2018.

Menurut dia, manfaat yang diperoleh dari BPJS Ketenagakerjaan berbasis upah. Ia mencontohkan pada Jaminan Kecelakaan Kerja ada santunan yang diberikan 48 kali upah yang dilaporkan jika pekerja mengalami kecelakaan dan meninggal dunia.