Lion Air JT610 yang Jatuh Disewa dari Perusahaan China?


SURATKABAR.ID – Jatuhnya pesawat Lion Air JT610 Boeing 737 MAX 8 menyisakan duka mendalam bagi publik Indonesia. Ratusan penumpang dan awak pesawat meninggal dalam kecelakaan misterius tersebut.

Pesawat rute Jakarta-Pangkalpinang yang berangkat pada pukul 06.20 WIB dari Bandara Soekarno Hatta tersebut, tiba-tiba hilang kontak 13 menit kemudian.

Banyak misteri dibalik jatuhnya pesawat tersebut. Mulai dari penyebab kecelakaan, kondisi pesawat, hingga permintaan Return to Base (RTB) dari pilot.

Namun, kabar mengejutkan dari media Yicai Global. Disebutkan, pesawat tersebut merupakan pesawat sewaan dari sebuah perusahaan di China. CMIG Aviation Capital yang merupakan anak perusahaan China Minsheng Investment Group, mengirim pesawat tersebut pada Agustus 2018.

“CMIG Aviation merasa sedih dengan kecelakaan itu,” ujar CMIG Aviation dalam pernyataan yang dikirim ke Yicai Global, dikuti dari jawapos.com, Kamis (1/11/2018).

Baca juga: Jadi Tanda Tanya, Gaji Pilot Lion Air yang Dilaporkan ke BPJS-TK Cuma Rp 3,7 Juta

Perusahaan yang berbasis di Tianjin tersebut diketahui memiliki hubungan yang dekat dengan Lion Air, Boeing, dan sejumlah lembaga penerbangan lainnya.

Yicai Global mengungkapkan, CMIG Aviation merupakan perusahaan yang bergerak dalam bisnis penyewaan pesawat terbang dan memiliki kantor di Hong Kong, Irlandia, serta Singapura.

CMIG Aviation memiliki armada berupa 21 pesawat rute baru, modern, dan disewakan untuk 15 maskapai penerbangan di delapan negara dan wilayah. “Ini adalah praktik umum dalam industri penerbangan global, bahwa maskapai penerbangan bisa menyewa pesawat besar,” lanjut CMIG Aviation.

Menurut mereka, pesawat yang mengalami kecelakaan tersebut sepenuhnya diasuransikan. Mengenai kebenaran klaim CMIG Aviation ini belum ada konfirmasi dari pihak Lion Air.

Sementara itu, dari pencarian dan evakuasi puing-puing pesawat Lion Air JT 610 telah ditemukan black box alias kotak hitam, Kamis (1/11/2018).

Penemuan ini diharapkan dapat memberikan titik terang mengenai penyebab jatuhnya pesawat yang masih tergolong baru tersebut. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) berjanji akan segera memrosesnya.

“Akan di download di laboratorium KNKT kita, pendahulu kami sudah bersusah payah membuat laboratorium dan kita akan memanfaatkan semaksimal mungkin, dengan bantuan seluruh pihak,” terang Investigator Kecelakaan Penerbangan KNKT Ony Soerjo Wibowo.