Singgung Radikalisme, Ma’ruf Amin: Ada “ISIS” yang Disukai Ibu-ibu….


SURATKABAR.ID – Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Ma’ruf Amin menyatakan kegelisahannya mengenai maraknya radikalisme dan terorisme yang terus menerus menghantui Indonesia belakangan ini.

Salah satunya adalah munculnya kelompok-kelompok yang ingin mengganti ideologi Pancasila dengan sistem Khilafah.

Hal itu ia sampaikan di depan ratusan peserta ‘Istighosah Kubro untuk Indonesia yang Aman dan Sejuk’ yang digelar oleh PBNU di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (31/10/18) malam dilansir dari cnnindonesia.com.

Kata Ma’ruf, kelompok pro-khilafah itu terus menguat di Indonesia karena dipengaruhi oleh ideologi kelompok Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS.

Baca Juga: Ingin Jadikan Indonesia Pusat Produsen Halal, Ma’ruf Amin: Kepentingan Saya Adalah Umat

“Belakangan ini ada yang kuat sekali untuk mengganti NKRI dengan sistem khilafah, ini menguat setelah terbentuknya ISIS, Daulah Islamiyah yang menjadikan negara basisnya sebagai khilafah,” kata Ma’ruf.

Melanjutkan pembicaraannya, Ma’ruf malah melontarkan candaan tentang kehadiran ‘ISIS’ yang tak pernah dimusuhi dan justru disukai oleh para ibu-ibu di Indonesia

Ia mengatakan akronim ISIS yang disukai oleh para ibu-ibu itu merupakan kepanjangan dari ‘Ikatan Suami Istri Satu’ alias tak melakukan poligami dalam jalinan perkawinan.

“Kalau orang yang suka ngebom itu disebutnya Al ISISiyah, tapi ada juga ISIS yang disukai ibu-ibu, ISIS apa namanya? Ikatan Suami Istri Satu, betul ga bu?” kata Ma’ruf.

“Betuuul,” jawab peserta perempuan yang hadir di acara tersebut serempak.

“Nah kalau ibu-ibu udah bilang gitu, cocok,” timpal Ma’ruf.

Mantan Rais Aam PBNU itu mengatakan bahwa sistem khilafah ala ISIS tak akan terbentuk di Indonesia. Sebab, sistem itu telah tertolak oleh konsep Islam kesepakatan yang telah diterapkan di Indonesia.

“Kenapa khilafah ditolak? Bukan ditolak, tapi tertolak di Indonesia. Karena menyalahi kesepakatan yang telah dibentuk,” kata dia

Melihat hal itu, Ma’ruf mengimbau bahwa tugas santri NU zaman sekarang berkewajiban menjaga kedaulatan NKRI dari desakan ideologi lain yang ingin mengganti dasar negara.

Terlebih lagi, kata dia, momentum Hari Santri Nasional saat ini harus dijadikan pelecut semangat bagi para santri untuk meneladani perjuangan santri zaman dulu ketika berusaha melawan penjajah.

“Karena itu NU harus menjaga negara yaitu seperti apa yang diletakkan oleh para pendiri RI, apalagi ada Hari Santri, harus memberikan inspirasi kepada kita,” ujarnya.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaGeram! Anggap Sandiaga Sebar Isu Murahan, Hanura: Politikus Mental Tempe
Berita berikutnyaMenunggu Ketegasan Pemerintah Mengaudit dan Bekukan Lion Air