Ridwan Kamil Saat Ditanya Soal Meikarta: Saya Dilarang Komentar


SURATKABAR.ID – Perihal kasus dugaan suap perizinan proyek Meikarta, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil enggan banyak mengomentarinya. Mantan Walikota Bandung tersebut mengaku takut jika komentar seputar Meikarta malah menimbulkan masalah.

“Saya kan dilarang berkomentar, nanti salah lagi. Saya enggak bisa berkomentar urusan Meikarta,” beber Ridwan usai memaparkan materi dalam acara Milenial Fest 2018, di Djakarta Theatre, Minggu (28/10/2018). Demikian melansir laporan INews.id, Selasa (30/10/2018).

Pada kesempatan tersebut, Kang Emil—demikian ia akrab disapa, hanya berjanji akan medukung upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Manurutnya, jangan sampai ada lagi kepala daerah di Jawa Barat yang tertangkap lantaran problematika korupsi.

“Saya bertekad dalam kepemimpinan saya akan kawal. Jadi saya mendukung semua pihak yang hari ini sedang menegakkan masalah terkait korupsi,” tukas Kang Emil.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan kepada Ridwan Kamil jangan berupaya menghalangi proses penyidikan berkenaan dengan kasus Meikarta. Peringatan itu disampaikan KPK sehubungan dengan upaya Ridwan Kamil untuk memanggil Pemkab Bekasi dan pihak Meikarta.

Baca juga: Kasus Suap Meikarta, KPK Tahan Bos Lippo Group Billy Sindoro Usai Diperiksa 15 Jam

“Kami membaca informasi, Gubernur Jabar (Ridwan Kamil) berencana memanggil pihak Pemkab dan pihak Meikarta. Jika itu benar, kami ingatkan agar tidak melakukan tindakan-tindakan yang berisiko menghambat penanganan perkara sedang dilakukan oleh KPK,” tegas Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (26/10/2018) lalu.

Sebelumnya, Kang Emil memang sempat berencana memanggil Pemkab Bekasi dan pengembang Meikarta dalam rangka pengkajian menyeluruh proses pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi. Namun KPK, yang mengusut dugaan suap berkaitan dengan perizinan proyek Meikarta lantas memberi pesan kepadanya.

“Karena tidak tertutup kemungkinan pihak-pihak yang akan dipanggil tersebut juga merupakan saksi bagi KPK,” imbuh Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Sumpah Pemuda dan Integritas

 

Terlepas dari semua itu, Kang Emil mendukung upaya pemberantasan korupsi dan mengaitkan momentum peringatan Sumpah Pemuda dengan semangat tersebut.

“Saya mendukung upaya siapa pun, pemberantasan korupsi dan hari ini di Sumpah Pemuda ini, sangat menggema. Kita butuh pemuda yang insyaallah masa depannya berintegritas. Tugas kita sebagai pemimpin, menyiapkan platform supaya integritas menjadi landasan kita dalam melayani masyarakat,” tandasnya.

“Tidak boleh lagi ada kepala daerah yang mencuri uang rakyat, yang tidak berintegritas menyiasati aturan. Saya bertekad dalam kepemimpinan saya, itu akan kita kawal dengan upaya-upaya. Jadi saya mendukung semua pihak yang hari ini menegakkan terhadap masalah pemberantasan korupsi,” tegas Emil, dilansir dari reportase Detik.com.

Sementara itu, dalam laporan yang dimuat Tempo.co, Ridwan Kamil juga meminta agar media berhenti menanyakan komentarnya lagi seputar Meikarta. Ia khawatir, komentarnya akan dipersepsikan secara lain dan berbeda.

“Saya akan berkomentar setelah urusan selesai di KPK. Saya gak akan komentar lagi urusan Meikarta. Mohon media jangan bertanya. Setiap statement dari saya, akan ditafsir menjadi sesuatu yang berbeda. Niat apa, ditafsir apa,” ucap Kang Emil di Bandung, Senin (29/10/2018).