Saat Raja-raja Se-Indonesia Doakan 10 Tahun Pemerintahan Jokowi


SURATKABAR.ID – Presiden RI Ir. Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan kiriman doa dari Raja-raja se-Indonesia dan Asean. Mereka semua mendoakan agar Presiden Jokowi bisa kembali memerintah RI setelah memenangkan Pilpres 2019 nanti. Hal ini disampaikan oleh Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat saat menyambut Jokowi di Sumenep, dalam kegiatan Festival Keraton dan Masyarakat Adat Asean (FKMA).

Diketahui, kegiatan festival tersebut diselenggarakan Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur, pada Minggu (28/10/2018). Menurut Arief, anggota FKMA yang hadir di Sumenep dengan jumlah lebih dari 300 orang raja dan permaisuri tersebut turut mendoakan agar Jokowi selalu diberi kesehatan.

Mengutip laporan TribunNews.com, Selasa (30/10/2018), mereka juga mendoakan Jokowi senantiasa sukses dalam menjalankan amanah memimpin negara.

“Kami doakan semoga Presiden Jokowi sukses menjalankan amanah sampai 10 tahun,” ungkap Arief mengutarakan.

Arif yang juga diketahui berstatus Sultan Sepuh Keraton Cirebon ini menambahkan, Presiden Jokowi mempunyai komitmen mulia untuk revitalisasi keraton nusantara. Mantan walikota Solo itu pun berniat untuk mengoptimalisasi aset-aset keraton guna menunjang pembangunan bangsa di sektor pariwisata.

Baca juga: Soal Retribusi Jembatan Suramadu Gratis, SBY: Pemerintah Harus Jelaskan

“Kami menyadari dan mencermati di tahun-tahun ini berat dalam menjaga keutuhan, persatuan dan kesatuan bangsa. Maka sebagai sikap budaya dan perekat persatuan bangsa, kami keraton-keraton se-Nusantara tetap berkomitmen untuk mendukung menjaga persatuan kesatuan serta keutuhan bangsa NKRI,” papar Arif menyampaikan.

Kemajuan Bangsa Harus Berakar Kearifan Lokal

Acara Festival Keraton dan Masyarakat Adat Asean (FKMA) Asean ini dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tiba pukul 15.50 WIB, Minggu (28/10/2018), Jokowi datang didampingi Ibu Negara Iriana. Keduanya menggunakan baju adat Jawa Tengah. Hadir juga Menteri Pariwisata Arief Yahya.

“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, saya buka Festival Keraton dan Masyarakat Adat Asean ke-V,” ucap Jokowi di Keraton Sumenep, Jawa Timur, Minggu (28/10/2018), melansir Liputan6.com.

Kepala Negara berpesan, seluruh hadirin FKMA harus menjaga persatuan, persaudaraan dan kerukunan bangsa. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menyampaikan, tiga hal itu merupakan aset terbesar bangsa Indonesia.

Ia juga mengingatkan, meski berbeda agama, suku, adat, dan tradisi, seluruh rakyat Indonesia harus saling menghargai.

“Betapa kita bisa melihat sekarang ini perbedaan kita. Beda agama, adat, tradisi, suku. Inilah anugerah yang diberikan Allah kepada kita bangsa Indonesia. Berbeda suku, agama, adat, tradisi tapi ini akan jadi potensi dan kekuatan apabila kita bersatu, rukun,” terang Jokowi.

Jangan Terjebak Ujaran Kebencian dan Hoaks

Jokowi yang lahir di Solo, Jawa Tengah ini pun menegaskan agar seluruh rakyat Indonesia jangan mudah terjebak pada ujaran kebencian, fitnah serta hoaks. Menurutnya, perilaku fitnah dan saling membenci bukan ajaran nenek moyang dan para pendiri bangsa.

“Itu tidak diajarkan nenek moyang, leluhur, para sultan dan kerajaan kita yang lalu. Mari majukan peradaban yang terhormat dan beradab,” tandas Jokowi.

Dia menekankan, kemajuan bangsa di bidang teknologi harus disertai dengan kearifan lokal. Jangan sampai kearifan lokal perlahan-lahan punah digilas zaman.

“Jangan sampai Indonesia maju dalam teknologi tapi mundur dalam kebudayaan, peradaban. Jangan sampai terjadi. Kemajuan harus terus berakar pada kearifan lokal,” pesan Jokowi.

Diketahui, FKMA yang diikuti 300 raja dan sultan dari seluruh Nusantara ini bertujuan menjaga tali silaturahmi antarkeraton, selain untuk meningkatkan peran sebagai warisan budaya bangsa. Perhelatan FKMA didahului dengan kegiatan road show di lima Keraton, yakni Solo, Medan, Mempawah, Ternate, dan Denpasar.

Dalam laporan SuaraJatimPost.com, diketahui bahwa kegiatan ini tak hanya dihadiri oleh raja, sultan, permaisuri, ratu, serta pangeran yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN). Perwakilan dari negara ASEAN seperti Thailand, Singapura, Filipina, dan Malaysia juga turut hadir meramaikan.

FKMA ini merupakan kali kelima setelah digelar di Bandung, Jawa Barat pada tahun lalu. Berbeda dengan sebelumnya, FKMA ini tak hanya menampilkan budaya keraton dari berbagai daerah, tapi juga budaya luar negeri.

Poling #Pilpres2019 SuratKabar.id
Jika Pilpres 2019 dilaksanakan hari ini, pasangan mana yang akan anda pilih?
Klik 'Vote!' untuk melihat hasil polling sementara.