8 Fakta Mengejutkan dari Bangsa Viking yang Jarang Diketahui


SURATKABAR.ID – Bangsa Viking. Sepak terjangnya hingga kini masih melegenda di mata masyarakat seantero dunia. Bangsa ini konon dikenal sebagai penakluk yang ditakuti oleh banyak orang. Lihat saja kisah-kisah mereka yang kerap meramaikan industri perfilman internasional. Di Tanah Air sendiri, nama Viking identik dengan kelompok suporter klub sepakbola, Persib Bandung. Ada pun sejarah dunia mencatat bahwa Viking merupakan suku bangsa dari Skandinavia yang dikenal sebagai bangsa perompak—selain penakluk.

Meski begitu, ada beberapa mitos yang kerap dijabarkan dan keliru. Kekeliruan ini bahkan sudah terlanjur menyebar dan melekat identik dengan Viking itu sendiri. Salah satunya seperti image perompak dan barbar. Padahal, seperti dikutip dari laporan Kumparan.com, Senin (29/10/2018), orang-orang Viking juga banyak yang berprofesi sebagai nelayan, pedagang,  maupun petani ladang layaknya orang-orang lain dari suku bangsa pada umumnya.

Namun memang benar adanya, bahwa sepak terjang sebagian orang dari bangsa ini dikenal suka menjarah. Mereka juga kerap menduduki dan menguasai berbagai daerah. Alhasil, tak heran jika hingga zaman modern sekarang ini nama mereka tetap diingat dengan kesan garang dan menakutkan.

Abad Viking

Menurut catatan sejarah, Bangsa Viking pernah mendatangi dan menjarah sekitaran Eropa serta Amerika Utara. Bahkan, mereka juga pernah mencapai hingga Rusia dan Konstantinopel di Turki.

Penjelajahan dan penaklukan daerah-daerah lain tersebut dilakukan selama periode tahun 787 hingga 1066 Masehi. Dalam periode sejarah Skandinavia, masa-masa itu kerap disebut sebagai “Abad Viking”.

Baca juga: Tengok 5 Peninggalan Bangsa Portugis di Indonesia, yang Terakhir Bikin Ngeri!

Orang-orang Viking menjuluki diri mereka sendiri sebagai Norsemen, yang berarti “Orang Utara”. Ini merujuk pada asal daerah mereka yang memang berasal dari Skandinavia di Eropa Utara. Hingga kini, orang-orang Skandinavia modern merujuk pada negara Swedia, Norwegia, dan Denmark, masih kerap menyebut diri mereka sebagai Nordbor atau “Penduduk Utara”.

Ada sejumlah fakta menarik mengenai nenek moyang orang Eropa Utara yang ceritanya masih terus direproduksi ke berbagai bentuk buku dan film ini. Sebagian fakta berikut bahkan berusaha mengoreksi kesan-kesan yang salah terkait bangsa Viking, sebagaimana yang terlanjur ditampilkan dan disebarkan dalam film-film layar lebar terkenal selama ini.

  1. Tidak Memakai Helm Bertanduk

 

Dalam kebanyakan film layar lebar, bangsa Viking digambarkan kerap berperang dengan garang. Sembari menggunakan helm bertanduk, mereka menyerang dan menjarah daerah yang ingin ditaklukkan. Namun faktanya, mengutip laman History.com, kemungkinan besar kebanyakan orang Viking tidak menggunakan helm.

Jikapun mereka mengenakan helm, kemungkinan besar helm mereka berbentuk sama seperti helm tentara-tentara Eropa lainnya pada abad pertengahan (abad 5 sampai dengan 15 Masehi).

Para arkeolog pernah mengabarkan, satu-satunya helm yang masih awet dari Abad Viking telah ditemukan di sebuah pemakaman pejuang Norwegia di Gjermundbu, utara Oslo, dan helm itu tidak bertandung.

Kesan helm bertanduk pada bangsa Viking dibuat oleh para pelukis Eropa pada abad ke-19 untuk mendramatisir. Penggambaran helm bertanduk itu kian melekat pada bangsa Viking setelah banyak film Hollywood turut menggambarkan kesan demikian.

  1. Kaum yang Paling Bersih pada Zamannya

Kesan kotor dan jorok yang dikaitkan pada bangsa Viking dalam film-film layar lebar bisa jadi juga keliru. Dalam penggalian beberapa situs bangsa Viking, ditemukan alat pembersih tubuh seperti seperti pengorek telinga, pisau cukur, sisir, serta tusuk gigi yang terbuat dari tanduk dan tulang hewan.

Mereka orang-orang yang resik. Sejarawan meyakini bangsa Viking memiliki kebiasaan yang lebih bersih dan mandi lebih sering ketimbang orang-orang Eropa lainnya pada masa itu. Mereka percaya orang-orang Viking punya kebiasaan khas, yakni mandi setidaknya seminggu sekali. Orang-orang Viking disebut senang berenang di sumber-sumber air panas alami.

  1. Mengubur Jenazah di dalam Perahu

 

Pada tahun 2011 sebuah makam perahu ditemukan di Scottish Highlands, Semenanjung Ardamurchan, Skotlandia Barat. Perahu yang berusia sekitar 1.000 tahun itu diidentifikasi sebagai makam seorang bangsa Viking yang berstatus tinggi.

Dalam makam perahu itu ditemukan berbagai barang berharga yang ditemukan seperti kapak, pedang dan tombak. Selain itu ditemukan pula dua gigi manusia yang diduga milik orang Viking yang berjenis kelamin perempuan. Itu merupakan makam perahu Viking pertama yang pernah ditemukan di daratan Britania Raya.

Seperti dijelaskan oleh para ahli dari Inggris yang melakukan investigasi di sana, perahu dengan 213 keling paku telah berhasil digali dari situs tersebut. Penjelasan mengenai temuan itu telah diterbitkan dalam jurnal Antiquity.

Dengan adanya penemuan ini, teknik pemakaman bangsa Viking dalam perahu semakin terjelaskan. Teknik ini melibatkan penggunaan perahu sebagai peti mati bagi tubuh seseorang yang dikuburkan. Selain itu di dalam perahu juga disertakan benda-benda berharga di sekeliling jenazah. Sebelumnya makam perahu bangsa Viking juga pernah ditemukan di Balladoole, Isle of Man.

  1. Punya Cairan Khusus untuk Pembakaran

Bangsa Viking juga disebut-sebut telah memiliki pengetahuan khusus mengenai pembakaran. Mereka menciptakan cairan khusus dengan memanfaatkan produk limbah manusia.

Mereka juga mengumpulkan jamur dari kulit kayu dan mendidihkannya selama beberapa hari dalam urine sebelum berubah menjadi cairan unik. Hasilnya, cairan itu dapat terbakar sehingga mereka bisa membawanya dan menyalakan api di mana saja.

  1. Ada Hak untuk Perempuan

Biasanya, gadis Viking dipaksa untuk menikah sekitar usia 12 tahun dan diberi tanggung jawab mengurus rumah tangga yang penuh dengan anak-anak. Meski terkesan patriarkis, tapi jika dibandingkan dengan perempuan bangsa lain pada masa itu, mereka menikmati berbagai macam hak mendasar.

Bangsa Viking yang dikenal gemar memperjualbelikan budak perempuan maupun laki-laki dari bangsa lain yang mereka taklukkan ini, memberi hak-hak khusus kepada kaum perempuan mereka.

Perempuan Viking memiliki hak untuk mewarisi properti, mengajukan perceraian, dan bahkan mengklaim kembali pemukiman jika pernikahan tersebut gagal. Kaum perempuan bangsa Viking memiliki hak untuk mewarisi harta, meminta cerai dan merebut kembali mahar mereka jika perceraian terjadi.

  1. Suka Bermusyawarah 

Alih-alih barbar, orang-orang Viking rupanya sangat diplomatis. Jika ada seorang pemimpin yang semena-mena, jahat atau kejam, dibentuklah satu dewan dari tiap kubu dan pemimpin tersebut akan dihukum dan  dibuang. Hal ini terjadi pada raja bernama Eric si Janggut Merah, yang suka dengan kekerasan, sampai akhirnya orang Viking sendiri menjadi muak dengannya. Akhirnya, ia pun dibuang dari Norwegia dan Islandia.

  1. Menerapkan Gaya Hidup Sehat 

Dibandingkan dengan kaum Eropa lainnya, menu makanan merekalah yang paling seimbang dan sehat. Pasalnya, Viking suka makan ikan terutama ikan kod yang mengandung banyak omega 3. Tak hanya itu, mereka juga makan berbagai sereal dan sayuran. Viking hanya makan sebanyak 2 kali sehari yakni saat siang dan malam hari.

  1. Pria Viking Senang Berambut Pirang

Satu fakta yang jarang diketahui tentang kaum pria Viking adalah mereka suka menyemir rambut menjadi pirang, Bagi mereka, rambut pirang itu merupakan bagian dari keindahan budaya mereka.

Biasanya, pria Viking yang berambut merah akan menggunakan sejenis sabun dicampur kapur atau kandungan alkali yang tinggi guna memutihkan rambut mereka hingga jadi pirang. Cara ini rupanya berlaku juga untuk kumis dan janggutnya. Kemungkinan perawatan ini juga membantu mereka dari masalah yang sering dihadapi oleh kaum lainnya di Eropa: kutu.

Di samping menyukai warna rambut pirang, mereka juga senang mengenakan pakaian yang berwarna terang seperti kuning, biru muda dan merah.