Tarif Jembatan Suramadu Resmi Dihapuskan, Gerindra: Show Off Power


SURATKABAR.ID – Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mudjahid buka suara menanggapi langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menghapuskan tarif Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu). Menurutnya, kebijakan yang diambil Jokowi merupakan bentuk ‘show off power’.

Sodik, seperti yang dilansir dari laman Detik.com pada Minggu (28/10/2018), mengungkapkan, dikarenakan kepopularitasannya semakin lama semakin menurun, wajar jika Jokowi melancarkan segala cara untuk mempertahankan kekuasaannya.

“Karena popularitasnya menurun terus, maka melakukan apa saja yang dalam genggaman kekuasaannya,” ujar Sodik Mudjahid, Minggu (28/10).

Ia meragukan pernyataan yang dikeluarkan Jokowi. Jokowi menegaskan bahwa, kebijakan menghapuskan biaya tol Jembatan Suramadu sama sekali tidak ada kaitannya dengan pemilihan presiden (pilpres) yang hanya tinggal menunggu waktu.

“Tantangan adu gagasan-gagasan yang sering didengungkan Jokowi untuk kubu Prabowo makin jauh dari bukti. Yang terjadi adalah adu kuasa bukana du gagasan yang tentu saja ada di petahana,” imbuh Sodik kemudian.

Baca Juga: Dianggap Belokkan Fakta Saat Berziarah ke Makam Gombloh, Aksi Sandiaga Berujung Protes Keras

Kendati demikian, Sodik mengaku masih optimis. Menurutnya, kebijakan-kebijakan yang diluncurkan Jokowi pada tahun politik mustahil bisa mempengaruhi suara rakyat. Pasalnya, masyarakat Indonesia sekarang ini sudah semakin cerdas dan tidak dapat diperdaya.

“Makin banyak rakyat yang cerdas melihat langkah-langkah ‘show off power’ ini. Bahkan dalam segala bidang,” tuturnya.

Di sisi lain, Sodik sangat menyayangkan sikap Jokowi yang semakin gencar mengeluarkan kebijakan. Padahal, menurutnya hal itu hanya menghambur-hamburkan anggaran negara. Seperti yang diketahui, sebelumnya Jokowi juga mewacanakan dana kelurahan dan dana operasional desa pada 2019.

“Setelah pilpres selesai, makin besar utang dan beban negara untuk program-program gratisan seperti ini,” tandasnya tegas.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menghapuskan tarif Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu). Ketika dimintai konfirmasi, Jokowi dengan tegas membantah kebijakan tersebut bertujuan untuk mendulang suara sebanyak-banyaknya dalam Pilpres 2019 mendatang.

Jokowi mengungkapkan, usulan demi membebaskan biaya jembatan yang sebelumnya berupa Tol Jembatan Suramadu, sebenarnya sudah ada sejak 2015 silam. Pembebasan biaya tersebut juga sudah melalui penghitunganjugsudmelaluiterlebih dahulu melalui penghitungan dan pertimbangan masukan dari berbagai pihak. Terutama tokoh masyarakat dan agama. Dan Tol Jembatan Suramadu pun resmi berganti nama menjadi Jembatan Suramadu non tol.

“Pendapatan yang masuk tidak sebanding dengan pertumbuhan ekonomi,” jelas Jokowi di Jembatan Suramadu, Jawa Timur, Sabtu (27/10). “Sekali lagi, keputusan ini untuk rasa keadilan untuk masyarakat Madura. Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Jalan Tol Suramadu kita ubah jadi jalan tol biasa,” sambungnya.