Dianggap Belokkan Fakta Saat Berziarah ke Makam Gombloh, Aksi Sandiaga Berujung Protes Keras


SURATKABAR.ID – Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno berziarah ke Pemakaman Umum Tembok Gede, Surabaya, Jawa Timur pada Minggu (21/10). Salah satu makam yang dikunjungi adalah makam Soedjarwoto Soemarsono atau Gombloh, pencipta lagu Kebyar-Kebyar.

Namun, seperti diwartakan Kompas.com pada Sabtu (27/10/2018), kedatangan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut di makam penyanyi Gombloh justru berujung pada protes keras dari para fans. Apa yang sebenarnya terjadi?

Dalam kunjungannya, Sandiaga sempat berbincang dengan istri almarhum Gombloh, Wiwik, dan keluarga. Ia menghujani Gombloh dengan pujian dan tak lupa berterima kasih atas jasa Gombloh menciptakan lagu yang sukses membakar semangat para anak muda.

“Almarhum Soedjarwoto Soemarsono atau Gombloh adalah tokoh yang menginspirasi kita. Dia termasuk idola saya,” tutur Sandiaga, Minggu (21/10). “Lagu-lagu Gombloh membangkitkan kita untuk meningkatkan ekonomi kebangsaan, khususnya lapangan pekerjaan dan ekonomi kreatif. Ini yang perlu kami dukung,” ungkapnya.

Adik bungsu Gombloh, Sujarwati (66), menyampaikan rasa terima kasihnya lantaran Sandiaga yang masih memperhatikan jasa seniman lawas Tanah Air. “Kami berterima kasih ada yang perhatian kepada kakak kami. Kami juga bangga,” ujarnya.

Baca Juga: Jokowi Lancarkan Strategi Pamungkas untuk Libas Prabowo, Pengamat: Faktor ‘Wow’-nya Kurang

Pada saat itu, Sandiaga mengungkapkan menginginkan figure atau pelaku ekonomi kreatif seperti seorang Gombloh dapat meningkat hingga angka di atas 15-20 persen. “Karena lahirnya legenda-legenda lain seperti Gombloh masih di bawah 10 persen. Kami ingin lapangan pekerjaan seluas-luasnya, kami ingin berjuang untuk ekonomi kreatif,” jelas Sandiaga.

Alasan para fans Gombloh menyuarakan protes keras pada Sandiaga Uno, lantaran cawapres pendamping Prabowo Subianto ini dianggap telah membelokkan fakta sebenarnya. Pasalnya, Sandiaga menyebut Gombloh merupakan pejuang ekonomi kreatif.

Koordinator Fans Gombloh, Guruh Dimas Nugroho mengungkapkan Gombloh merupakan seorang penyanyi dengan sisi humanis yang tinggi dan sangat mencintai Indonesia. Menurutnya, sebutan yang diambil Sandiaga sangat bertolak belakang dengan fakta sebenarnya.

“Kalau hanya sekadar pejuang ekonomi kreatif, figur Gombloh disamakan dengan pelaku usaha atau pedagang. Ini sangat bertolak belakang dengan figur Gombloh sesungguhnya,” ungkap pentolan Grup Musik Sekaring Jagad tersebut ketika dimintai konfirmasi pada Kamis (25/10) lalu.

“Kalau hanya sekadar ziarah kami senang, karena publik diingatkan dengan figur Gombloh melalui kunjungan Sandiaga ke makam Gombloh,”tukasnya.

Guruh juga menyatakan satu hal yang membuat fans Gombloh memprotes Sandiaga adalah atribut yang dibawa para pendukung Sandiaga, yakni sebuah lukisan Gombloh dengan topi bergambarkan angka 2. “Keluarga dan fans Gombloh keberatan dengan lukisan tersebut. Karena figur Gombloh secara tidak langsung dibawa-bawa sebagai media kampanye pilpres,” pungkas Guruh.