Jokowi Keceplosan ‘Sontoloyo’, Surya Paloh: Wajar, Tidak Ada yang Salah


    SURATKABAR.ID – Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh buka suara menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang kelepasan menyebut ‘politikus sontoloyo’. Menurutnya, tidak ada yang salah dalam pemilihan kata tersebut.

    Dilansir dari laman CNNIndonesia.com, Jumat (26/10/2018), Surya Paloh menilai Jokowi sudah menunjukkan sikap rendah hati dengan mengakui kesalahannya. Ia kemudian menyebut bahwa Presiden Pertama RI Soekarno juga pernah menggunakan diksi yang sama.

    “Wajar sekali (Jokowi jengkel). Saya pikir tidak ada yang salah. Bung Karno juga mencerminkan istilah, ‘sontoloyo’ itu,” ujar Surya Paloh saat dimintai tanggapan lebih lanjut di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Kamis (25/10) kemarin.

    Ia justru mengungkapkan bahwa, seharusnya masyarakat mengapresiasi sikap rendah hati Jokowi yang mengaku keceplosan. “Jadi sekali-kali Pak Jokowi ngomong sontoloyo sebetulnya itu menunjukkan ketika beliau kelepasan, dia sikap humble aja, rendah hati,” ungkap Surya.

    “Belum tentu saya akan nyatakan itu salah kalau saya ngomong sontoloyo. Tapia pa pun juga itu satu penghargaan,” ujarnya. “Tapi kalau merasa itu sesuatu hal yang beliau rasa kelepasan, ya tentu kita bisa menerimanya. Tapi sebenarnya tidak ada yang salah untuk itu,” tambah Surya kemudian.

    Baca Juga: Dana Kelurahannya Dihujat, Jokowi: Hati-Hati Banyak Politikus Sontoloyo

    Seperti yang diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati. Menurutnya, politikus sontoloyo banyak bermunculan mendekati tahun politik seperti sekarang.

    “Hati-hati, banyak politikus baik-baik, tapi banyak juga politikus sontoloyo. Lihat mana yang benar, mana yang tidak betul,” ujar Jokowi dalam pidatonya di Lapangan Ahmad Yani, Jakarta Selatan, pada Selasa (22/10) lalu.

    Lantaran pilihan katanya langsung mendapat banyak kritikan, Jokowi kemudian memberikan klarifikasi. Ia mengaku ujaran ‘sontoloyo’ itu tanpa diduga terlepas begitu saja karena merasa jengkel melihat kondisi politik di Indonesia.

    Menurutnya politik Indonesia saat ini penuh dengan adu domba, fitnah yang berisiko memecah belah hanya untuk mendapatkan jabatan. “Inilah kemana kemarin saya kelepasan. Saya sampaikan politikus sontoloyo, ya, itu. Jengkel saya,” jelas mantan Wali Kota Solo ini.

    Terkait ucapan ‘sontoloyo’ tersebut, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan lantas menyebut Jokowi ‘agak beda’. Tak sependapt dengan Hinca, Surya Paloh menyebut ungkapan ‘sontoloyo’ hanya dramatisasi belaka.

    “Enggak (berubah) juga, saya lihat. Kan begini, kan ketika ada penekanan, terkadang kita sendiri yang mendramatisir itu. Padahal tak ada sesuatu yang harus didramatisir,” jelas Surya.

    Ia kemudian mengimbau kepada masing-masing pasangan calon presiden-wakil presiden 2019 untuk sama-sama menahan diri dan emosi. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga tensi politik menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 agar tak memanas.

    [wpforms id=”105264″ title=”true” description=”true”]