Terkuak! Disebut Politisi Sontoloyo oleh Presiden, Ternyata Sosok Ini yang Dimaksud Jokowi


    SURATKABAR.ID – Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal politisi sontoloyo menuai polemik. Ada pihak yang menyebut bahwa Jokowi tak mampu menahan diri, sementara pihak lain menyebut bahwa yang dilakukan Jokowi merupakan sebuah kewajaran.

    Namun, siapa sebenarnya politisi sontoloyo yang disebut oleh Jokowi? Apakah mengarah pada sosok politisi tertentu?

    Mengenai siapa yang dimaksud Jokowi ini, Wakil Direktur bidang saksi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Lukman Edy, menjelaskan apa yang dimaksud Jokowi.

    Menurutnya, penuturan Jokowi sudah sangat jelas dan berdasar. Ucapan sontoloyo itu pun berkaitan dengan banyaknya pihak yang menolak dana kelurahan.

    “Itu sangat jelas, bukan alamat palsu, hal itu didasari oleh kondisi beliau begitu kesal, karena banyak politisi yang menolak dana kelurahan, banyak politisi yang mengkritisi prosedure nggak masalah karena itu bagian dari program pembangunan,” terang Edi, seperti dilansir dari tribunnews.com, Kamis (25/10/2015).

    Baca juga: Dana Kelurahannya Dihujat, Jokowi: Hati-Hati Banyak Politikus Sontoloyo

    Edy pun menegaskan bahwa sosok sontoloyo yang dimaksud Jokowi adalah oknum yang menolak dana kelurahan. Sebab, Jokowi berharap masyarakat kota juga mendapat hak yang sama seperti warga desa melalui dana kelurahan.

    Sebelumnya, Presiden Jokowi sempat mengingatkan agar masyarakat berhati-hati karena banyak politisi sontoloyo. Pernyataan itu dikatakan Jokowi saat menghadiri pembagian sertifikat tanah di Kabyoran Batu, Selasa (23/10/2018) lalu.

    “Hati-hati, saya titip ini, hati-hati. Banyak politikus yang baik-baik, tapi juga banyak politikus yang sontoloyo,” kata Jokowi.

    Ia pun sempat menjelaskan apa yang dimaksud dengan politisi sontoloyo yang harus diwaspadai masyarakat.

    “Jadi gini menjelang pemilu, ini banyak cara-cara yang tidak sehat yang digunakan oleh politisi. Segala jurus dipakai untuk memperoleh simpati rakyat, tetapi yang enggak baik sering menyerang lawan politik dengan cara-cara yang tidak beradab juga, tidak ada tata kramanya,” terang Jokowi kepada wartawan usai menghadiri Trade Expo di ICE, BSD, Tangerang Selatan, Rabu (24/10/2018).