Ratusan Laptop dan Printer Bekas Pakai Delegasi IMF-Bank Dunia Dihibahkan


SURATKABAR.ID – Ketua Pelaksana Harian pertemuan IMF-Bank Dunia, Susiwijiono pada Mei 2018 lalu mengungkap biaya yang disiapkan pemerintah untuk pertemuan internasional tersebut.

Menurutnya, alokasi anggaran dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk menjadi tuan rumah dalam pertemuan IMF-Bank Dunia pada awal Oktober 2018 lalu adalah sebesar Rp 855,5 miliar.

Kini, setelah berakhirnya gelaran tersebut, kabar gembira mendatangi masyarakat Indonesia. Pasalnya, Kemenkeu menghibangkan 500 laptop dan 300 printren yang sebelumnya digunakan oleh para delegasi dalam pertemuan IMF-Bank Dunia.

Ratusan laptop dan printer ini akan dihibahkan pada institusi pendidikan di Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Kabupaten Banyuwangi.

“Hibah ini merupakan misi sosial bagi kami untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan juga kegiatan sosial, sejalan dengan keinginan untuk membuat pertemuan IMF-WB, memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Indonesia,” tutur Menkeu Sri Mulyani Indrawati dalam acara penyerahan hibah tersebut di Gedung Keuangan negara, Denpasar, Kamis (25/10/2018), seperti dilansir dari republika.co.id.

Baca juga: Data Beras Keliru, Jokowi Sebut Itu Sudah Berantakan Sejak Era Soeharto

Nilai hibah 500 unit laptop tersebut sebesar Rp 8 miliar. Sedangkan 300 unit printer senilai Rp 672 juta. Kedua barang ini sumber dana pembeliannya melalui APBN 2018.

Sementara itu, terkait pembagiannya, Pemerintah Provinsi (pemprov) Bali menerima hibah 200 laptop senilai 3,2 miliar dan 125 printer senilai Rp 280 juta.

Pemprov NTB juga menerima hibah 200 laptop dan 125 printer. Sedangkan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menerima 100 laptop senilai Rp 1,6 miliar dan 50 printer senilai Rp 112 juta.

“Ini adalah komitmen dari panitia nasional bahwa barang-barang yang sudah tidak terpakai, namun masih sangat terjaga kondisinya dapat dihibahkan bagi masyarakat,” lanjut Sri.

Tak hanya itu, pemberian hibah ini juga merupakan amanat Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan sebagai ucapan terimakasih atas pertemuan IMF-Bank Dunia yang dapat berjalan lancar dan sukses. Apalagi, bali dianggap sukses menjadi tuan rumah pertemuan tersebut.

Sedangkan NTB dan Banyuwangi juga mendapat hibah karena menjadi daerah pendukung untuk rencana evakuasi jika terjadi sesuatu dengan delegasi IMF-Bank Dunia. Selain itu, NTB dan Banyuwangi juga menjadi daerah tujuan wisata para delegasi.

Melalui hibah ini, pemerintah berharap dapat memunculkan kreativitas dan inovasi dari para perserta didik di lembaga pendidikan.

“Saya memimpikan dari 500 unit laptop ini, akan menghasilkan para programmer atau mereka-mereka yang akan membuat komik mengenai Bali atau Indonesia yang bisa mengalahkan komiknya dari Jepang,” tukas Sri.