Ahmad Dhani Kenakan Kaos Tauhid Datangi Mapolda, Siapa Sangka Ada Alasan Menarik di Baliknya


    SURATKABAR.ID – Politisi Partai Gerindra sekaligus musisi rock Ahmad Dhani Prasetyo tampil berbeda saat mendatangi Mapolda Jawa Timur untuk menjalani pemeriksaan kasus dugaan penipuan dan penggelapan, Rabu (24/20) kemarin.

    Ahmad Dhani, seperti dilansir dari laman Detik.com pada Kamis (25/10/2018), mengenakan kaus lengan pendek berwarna hitam dengan tulisan kaligrafi kalimat tauhid dalam bahasa Arab berwarna putih. Dan siapa yang menduga jika ada alasan menarik di balik pemilihan kaus tersebut. Apa itu?

    “Sebenarnya ini bentuk bahwa sebenarnya ini kaus tauhid. Ini biasanya menurut habib saya ini untuk menangkal jin-jin kelas teri, lah. Jin-jin kelas teri kalau ketemu ini langsung panas dia. Kejang-kejang,”kata Dhani usai pemeriksaan di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Rabu (24/10) malam.

    Dhani juga rupanya mengemban tujuan untuk mensosialisasikan pemakaian simbol-simbol tauhid kepada masyarakat luas. Suami Mulan Jameela ini menegaskan, pemakaian kalimat tauhid pada pakaian bukanlah masalah, selama tak mengandung simbol HTI, organisasi kemasyarakatan Islam terlarang.

    “Ini? Menurut saya harus ada sosialisasi bahwa pakai kaus ini ndak apa. Gitu loh. Harus ada sosialisasi, bukan saya mau sok-sokan pakai kaus ini supaya bebas gangguan setan jin dan lain-lain, ya,” ujarnya kemudian.

    Baca Juga: Polemik Pembakaran Bendera Tauhid, Jimly: Mari Lakukan Pendekatan Kasih Sayang

    “Maunya saya memberikan sosialisasi kepada masyarakat bahwa pakai kaus ini ndak papa. Termasuk bawa benderanya. Kecuali ada tulisan HTI, ndak boleh,” imbuh Bos Republik Cinta Management tersebut dengan tegas.

    Jika sebelumnya Ahmad Dhani selalu tampil di hadapan publik dalam balutan kaus bertuliskan 2019 Ganti Presiden, tidak demikian kali ini. Lantas apa alasannya sekarang Dhani memilih mengenakan kaus yang berbeda dari biasanya?

    “Ya, sekarang kurang keren,” jelas Dhani yang mengaku sengaja mencetak sendiri kaus hitam bertuliskan kalimat syahadat tersebut. “Nyetak sendiri, punya percetakan. Kemarin, ya kebetulan ini jadi, ya pakai ini,” tambahnya.

    Pria bernama lengkap Ahmad Dhani Prasetyo ini menjalani pemeriksaan di Mapolda Jawa Timur pada Rabu (24/10) sebagai saksi pada kasus penipuan dan penggelapan vila di Batu. Dalam pemeriksaan tersebut Dhani diserbu dengan 75 pertanyaan.

    Ia baru keluar setelah 6 jam lamanya berada di ruang pemeriksaan Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, pada pukul 22.50 WIB. Meski harus menghadapi begitu banyak pertanyaan, namun ia mengaku tidak merasa kelelahan.

    “Nggak (capek),” tutur Dhani yang kemudian mengaku mendapatkan waktu istirahat, makan, dan bahkan sempat menonton pertandingan sepak bola di sela pemeriksaan. “Dikasihlah. Istirahatnya satu jam, dua jam. Sempat (menonton bola),” ujarnya.