Jokowi: Kalau yang Bagus-bagus Diem, Giliran Keliru Sedikit Demonya 3 Bulan


    SURATKABAR.ID – Menyoroti fenomena para politikus di Indonesia yang hanya meributkan sesuatu yang tidak produktif, Presiden Joko Widodo mengambil contoh saat perhelatan Asian Games 2018 lalu di mana Indonesia berhasil meraih 31 emas. RI juga menempati posisi 4 besar dalam acara akbar olahraga tersebut. Demikian halnya juga saat Indonesia bersaing di Asian Para Games.

    “Di Asian Games, biasanya ranking 22, ranking 15, ranking 17, kemarin kita kejar nyatanya bisa juga ranking 4. Di Asian Para Games juga sama. Dapat 35 emas, ranking 5,” papar Jokowi saat menerima pimpinan gereja, rektor dan ketua perguruan tinggi Kristen se-Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Rabu (24/10/2018), mengutip Kompas.com, Kamis (25/10/2018).

    Mengenai prestasi ini, Kepala Negara heran mengapa tak ada respon positif yang meramaikan. Sebaliknya, giliran sedikit saja kekeliruan terjadi, bisa direspon dengan demo berbulan-bulan di depan istana negara.

    “Tapi enggak ada ya yang ramai. Memang kalau yang bagus-bagus itu pada diem. Giliran keliru sedikit saja, demonya tiga bulan di depan Istana,” lanjut mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

    Mendengar sindiran yang demikian, para tamu pun sontak tertawa.

    Baca juga: Prabowo: Saya Harusnya Istirahat, Tapi Saya Tidak Rela Rakyat Masih Miskin

    Presiden kemudian berkelakar. Seharusnya, sekali-sekali para politisi perlu juga menggelar aksi massa dalam rangka mengapresiasi pencapaian pemerintah.

    “Sekali-sekali dukung demo di depan Istana gitu loh. Wah, dukung Asian Games, dukung Asian Para Games,” tutur Jokowi.

    Soal Atraksi Jumping Motor

    Presiden Jokowi kemudian menyinggung kembali video pembukaan Asian Games 2018 di mana ia mengendarai motor dan melakukan atraksi jumping. Video tersebut pun tak luput dari komentar para politikus di Indonesia.

    Para politikus mempertanyakan apakah Jokowi sendiri yang melakukan jumping atau memakai stuntman. Mereka meminta Jokowi memberikan penjelasan kepada publik.

    Diramein kan, kok pakai stuntman. Kok Presiden enggak mengumumkan dulu kalau itu pakai stuntman. Lah masak kayak gitu? Ini kan hiburan, pertunjukan,” sambung Jokowi.

    “Ini apa-apa dimasukkan ke politik. Dikit-dikit dimasukkan ke politik. Apa kita ini? Kadang- kadang saya geleng-geleng kepala, ini apa sebetulnya kita ini,” demikian ia melontarkan.

    Politikus Sontoloyo

    Melansir TribunNews.com, Presiden Joko Widodo juga mengaku jengkel terhadap politikus yang kerap memfitnah, mengadu domba serta memecah belah bangsa demi untuk meraih kekuasaan.

    Menurutnya, saking jengkelnya, saat acara pembagian 5.000 sertifikat lahan di Lapangan Sepakbola Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (23/10/2018), keluarlah pernyataan “politikus sontoloyo” untuk menyebutkan politisi yang melakukan praktik tak terpuji itu.

    Jokowi mengungkapkan sebab musabab ini sewaktu menerima pimpinan gereja dan rektor/ketua perguruan tinggi Kristen seluruh Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Rabu (24/10/2018).

    “Sebetulnya ini dimulai dari urusan politik, yang sebetulnya setiap lima tahun pasti ada. Dipakailah yang namanya cara-cara politik yang tidak beradab, yang tidak beretika, yang tidak bertata krama Indonesia. Cara-cara politik adu domba, cara-cara politik yang memfitnah, cara- cara politik yang memecah belah hanya untuk merebut sebuah kursi, sebuah kekuasaan, menghalalkan segala cara,” beber Jokowi kemudian.

    “Makanya saya sampaikan, politikus sontoloyo, ya itu, jengkel saya,” imbuhnya mengakui.

    Jokowi melanjutkan, selama ini ia menahan diri untuk tak mengeluarkan pernyataan semacam itu. Akan tetapi, imbuhnya, kemudian berlangsunglah cara-cara politik kotor yang dilakukan hanya demi meraih kekuasaan baik di tingkat kota, kabupaten, provinsi, bahkan perebutan kursi presiden.

    “Saya itu enggak pernah pakai kata-kata seperti itu. Karena saya itu sudah jengkel, keluarlah itu (sontoloyo). Saya tuh biasanya bisa ngerem. Tapi sudah jengkel, ya gimana,” tukas Jokowi.

    [wpforms id=”105264″ title=”true” description=”true”]