Datangi KPK, Rizal Ramli Adukan Dugaan Korupsi Impor Pangan


SURATKABAR.ID – Rizal Ramli yang dikenal sebagai Pakar Ekonomi Senior melaporkan adanya dugaan tindak pidana korupsi impor pangan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bersama sejumlah pengacaranya, dIketahui Ekonom Rizal Ramli menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, pada Selasa (23/10/2018) pagi.

“Impor pangan ini sangat merugikan bangsa kita terutama peran konsumen dan ada dugaan tindak pidana korupsi karena itu kami akan laporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” ungkap Rizal saat tiba di gedung KPK, Jakarta, Selasa (23/10/2018). Demikian dilansir dari laporan AntaraNews.com hari ini.

Rizal yang merupakan Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman era pemerintahan Joko Widodo itu menyebutkan akan memberikan bahan-bahan kepada KPK berkenaan dugaan korupsi impor pangan tersebut.

“Memberikan bahan-bahan yang diperlukan untuk KPK mengambil tindakan lebih lanjut. Sebetulnya kasus impor pangan sudah sering terjadi, kasus Ketum PKS, kasus macam-macam lagi, Ketua DPD itu kan semua terkait permainan dalam impor pangan,” tukas Rizal.

Ia pun mengharapkan kepada lembaga antirasuah yang didirikan sejak 2002 ini bisa membuka kasus korupsi tersebut sesegera mungkin.

Baca juga: Keluarga Jokowi Diduga Terlibat Kasus Suap Bakamla, Begini Kata KPK

“KPK sangat berpengalaman tahu persis permainannya dan seharusnya bisa buka kasus ini dalam waktu yang secepat-cepatnya,” tukasnya.

Melibatkan Elite Politik?

Menurut Rizal, KPK sudah memiliki pengalaman dalam menangani kasus serupa yang kini diadukannya tersebut.

Namun, Rizal Ramli belum mau berkomentar lebih lanjut mengenai laporan yang ia berikan. Ia juga belum bersedia memaparkan kepada awak pers perihal siapa tokoh yang diduga terlibat di dalam kasus korupsi yang merugikan petani dan konsumen tersebut. Ia hanya mengatakan sebetulnya kasus impor pangan sudah sering terjadi dan bahkan melibatkan elite partai politik.

Rizal Ramli juga menuturkan dirinya akan menjawab usai pelaporan selesai, “Nanti ya, setelah lapor,” ungkapnya, melansir Kompas.com.

“KPK sangat berpengalaman, tahu persis permainannya. Dan harusnya bisa buka kasus ini dalam waktu yang secepat-cepatnya, karena nilainya puluhan kali dari permainan impor pangan waktu kasus PKS yang ketuanya di hukum 16 tahun,” katanya, menukil laporan Viva.co.id.

“Kasus Presiden PKS (Luthfi Hasan Ishaaq), kasus macam-macam lagi, Ketua DPD itu kan semua terkait permainan dalam impor pangan,” imbuh Rizal.