Alumni 212 Akhirnya Akui Jokowi Sukses Patahkan Fitnah Anti-Islam dan Ulama


SURATKABAR.ID – Koordinator Garda Mahasiswa Alumni 212 Saiful Daffa menilai bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sukses mematahkan tudingan yang menyebutnya anti-Islam dan ulama. Hal tersebut dibuktikan dengan masuknya Jokowi dalam daftar tokoh Muslim paling berpengaruh di dunia.

Kerap disebut anti-Islam dan ulama, nama mantan Gubernur DKI Jakarta ini disebut dan diulas dalam buku ‘The Muslim 500’ yang diterbitkan oleh Jordan National Library, seperti yang dilansir dari laman JPNN.com pada Selasa (23/10/2018).

“Sebagai rakyat Indonesia pastinya sangat bangga, kami ucapkan selamat. Di dunia internasional, Presiden Jokowi begitu harum hingga dinobatkan sebagai pemimpin Muslim paling berpengaruh,” ujar Saiful dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (22/10) kemarin.

“Dan ini menjadi bukti untuk mematahkan fitnah-fitnah keji yang diarahkan kepada Jokowi yang dituduh anti-Islam dan PKI,” imbuhnya.

Menurut Saiful, yang dulu bergabung dalam Aksi 212 tersebut, posisi Jokowi sangat sejajar dengan tokoh Muslim lainnya dalam daftar di buku The Muslim 500. Seperti misalnya Kiai Said Aqil Siradj maupun Habib Luthfi.

Baca Juga: Ada yang Bilang Dirinya Diperalat Jokowi, Ma’ruf Amin Beri Jawaban Tak Terduga

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa dengan dianugerahkannya penghargaan ini kepada Jokowi, merupakan bantahan tegas atas persepsi dari segelintir pihak yang menyebut Jokowi beserta pemerintahannya anti-Islam.

“Kami termasuk bagian dari Alumni 212 sekali lagi ucapkan selamat kepada Pak Jokowi. Dan penghargaan ini merupakan pengakuan dunia untuk kepemimpinan Pak Jokowi di Indonesia. Beliau diakui mampu memimpin sebuah negara berpenduduk Muslim terbanyak di dunia,” ungkap Saiful.

Ia kemudian menjelaskan, menginjak usia empat tahun Pemerintahan Jokowi juga berhasil membuktikan kerja nyata. Hal tersebut yang kemudian membuat sosok pemimpin satu ini semakin dielu-elukan oleh rakyat.

Sebagai contoh, Saiful menyebutkan infrastruktur yang menjadi fokus utama Jokowi. “Contoh kecil adalah infrastruktur. Yang selama puluhan tahun kurang mendapatkan perhatian, tapi di tangan Pak Jokowi infrastruktur justru menjadi prioritas,” ujar Saiful kemudian.

Namun demikian, Saiful menilai, sebagai alat control sosial, agar seluruh unsur tetap mengawal kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh Pemerintahan Jokowi. Dengan begitu, menurut Saiful, dalam sisa satu tahun masa Pemerintahan Jokowi akan benar-benar tepat sasaran.

[wpforms id=”105264″ title=”true” description=”true”]