Soal Suap Meikarta, Jurkam Prabowo Kuak Aib Timses Jokowi


SURATKABAR.ID – Juru Kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferry Juliantono menanggapi kasus dugaan suap Meikarta. Ia menduga korupsi perizinan permukiman elit tersebut berkaitan erat dengan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Ferry, diwartakan CNNIndonesia.com, Senin (22/10/2018), melontarkan dugaan tersebut mengingat Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Neneng sendiri merupakan anggota tim kampanye kubu petahana.

Ia menganggap, merupakan hal yang sangat wajar apabila ada yang menduga hasil korupsi tersebut sebagai upaya menggalang dana demi kepentingan pemenangan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

“Mohon maaf, Neneng ini timses. Nah, itu kan aibnya kalau kepala daerah dijadikan timses. Kalau ada kejadian seperti ini jadi muncul dugaan kemungkinan gratifikasi diberikan dalam konteks kampanye,” jelas Ferry saat dimintai tanggapan akhir pekan lalu.

Diketahui, Juru Bicara TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Tubagus Ace Hasan Syadzily menyatakan bahwa benar Neneng merupakan anggota Tim Kampanye Daerah (TKD) wilayah Jawa Barat. Selain itu, Ace juga mengungkapkan Neneng juga memegang jabatan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Bekasi, Jawa Barat.

Baca Juga: Jadi Sorotan Lantaran Bela Meikarta, Tak Disangka Rupanya Ini Alasan Denny Indrayana

“Bagaimana pertanggungjawaban Timses Jokowi-Ma’ruf terhadap ini,” ujar Ferry.

Selain itu, Ferry juga menilai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Bandjaitan juga memiliki kewajiban untuk meminta maaf kepada publik. Pasalnya Luhut pernah memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa Meikarta tak terlibat masalah perizinan.

Namun kenyataannya, KPK berhasil mengusut kasus dugaan gratifikasi terkait perizinan. “Yang dibutuhkan sekarang sikap yang bersangkutan bagaimana. Kalau salah, mengaku salah. Tapi kita enggak dengar dia mengaku salah. Padahal ini ada dampaknya pada konsumen,” tutur Ferry.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Ahmad Rofiq dengan tegas menampiki tudingan Ferry. Menurutnya, tudingan terkait suap Meikarta masuk ke kantong Timses Jokowi termasuk hal yang terlalu mengada-ada.

“Tuduhan yang sangat ngawur dan di luar akal sehat. Koalisi Indonesia Kerja (KIK) menolak tuduhan ini dengan keras. KIK sangat tidak toleran dengan praktik korupsi,” ujar Rofiq dengan tegas ketika dimintai konfirmasi terkait kasus tersebut.

Rofiq kemudian balik mengungkit-ungkit keterlibatan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dalam iklan Meikarta. “Saya kira rakyat juga perlu mencermati bahwa Zulkifli Hasan pernah masuk iklan Meikarta dan isinya penuh isi dan pujian-pujian. Semoga tidak sampai nyerempet ke sana,” ujarnya.

Satu suara dengan Rofiq, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily dengan tegas menyatakan pernyataan yang dilontarkan Ferry adalah kabar bohong alias hoaks semata. Menurutnya, pernyataan tersebut hanya sekadar tuduhan tanpa dasar yang jelas.

“Itu hoaks. Tuduhan yang tidak berdasar atas tudingan itu,” ujar Ace ketika dihubungi melalui pesan singkat, Jumat (19/10).

Politisi Partai Golkar tersebut menyayangkan sikap yang ditunjukkan Ferry dengan mengeluarkan pernyataan tanpa data dan bukti otentik. Ia memberikan jaminan bahwa tidak ada aliran dana sepeser pun dari kasus suap perizinan pembangunan Meikarta oleh Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin.

Ia kemudian meminta kepada Ferry untuk menunjukkan bukti mengenai tuduhan yang menyebut TKN Jokowi-Ma’ruf menerima bagian dari kasus suap untuk kas pemenangan tersebut. “Kami akan minta Ferry Juliantono untuk membuktikan tuduhan itu,” tandasnya tegas.

[wpforms id=”105264″ title=”true” description=”true”]