16 Motor Diceburkan ke Sungai dalam Bentrok Penghuni Kos vs Warga Sidoarjo, Penyebabnya Bikin Geram


SURATKABAR.ID – Bentrok antara pendatang dan warga berbuntut aksi aksi tak terduga. Para warga mencebutkan belasan sepeda motor ke sungai Desa Tambaksawah, Kecamatan Waru, Sidoarjo.

16 sepeda motor yang diceburkan ke sungai desa setempat ini diketahui merupakan milik para pemuda pendatang yang terlibat bentrok dengan warga.

Sementara itu, pemilik belasan sepeda motor tersebut melarikan diri saat bentrokan terjadi. Apalagi, empat orang menjadi korban bentrok tersebut.

“Motornya sampai bertumpuk-tumpuk di dalam saluran air itu,” tutur Abdullah, seorang warga yang penasaran dengan peristiwa tersebut, seperti dilansir dari tribunnews.com, Minggu (21/9/2018).

Baca juga: Kereta Api Hantam Mobil, Begini Kesaksian Relawan Penjaga Palang Pintu

Sementara itu, pada Minggu (21/10/2018) suang, lokasi kejadian masih menjadi perhatian warga. Puluhan hingga warga berkerumun di sekitar sungai untuk menyaksikan langsung sepeda motor yang dibuang tersebut.

Sedangkan petugas kepolisian berusaha mengevakuasi motor-motor tersebut dari sungai. Evakuasi dilakukan dengan bantuan alat berat. Setelahnya, motor-motor ini dinaikkan ke atas truk untuk diabwa ke Polsek Waru.

Hingga kini, petugas kepolisian masih menyelidiki lebih dalam bentrok antara warga dengan sejumlah pemuda pendatang yang merupakan anak kost warga setempat.

Diketahui, bentrok bermula dari cekcok antara pemilik rumah kost dengan anak kostnya. Saat itu, pemilik kost berusaha menagih biaya kost. Tapi, bukannya membayar anak kost tersebut malah melawan dan terjadilah cekcok.

Tak berhenti sampai di situ, cekcok terus berlanjut. Penghuni kost bersama sejumlah teman-temannya melempari rumah pemilik kost dengan batu.

Aksi brutal inilah yang memicu amuk warga. Warga sekitar yang mengetahui peristiwa tersebut langsung datang dan menyerang para pemuda pendatang itu. Akibatnya, empat pemuda pendatang mengalami luka.

Kapolsek Waru Kompol Fathoni mengungkapkan, sejumlah pemuda masih dimintai keterangan oleh polisi pada Minggu (20/10/2018).

“Beberapa masih dimintai keterangan. Sedangkan yang sebelumnya ngekos di lokasi, rencananya akan kami bawa kembali ke tempat kos-kosannya,” kata Fathoni.

Diketahui, ada 12 pemuda pendatang yang terlibat bentrok tersebut. Enam diantaranya di satu kos dan enam lainnya di rumah kos lain yang sama-sama milik H Tamyis di Tambak Sawah.

“Mereka akan dibawa ke sana bukan untuk kembali tinggal, tapi akan diajak ke tempat kosnya untuk mengemasi barang-barangnya. Agar pindah dari kos tersebut, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” terangnya.