Ketum PSI Sebut 4 Hal yang Bikin Rakyat Makin Cintai Jokowi-JK


SURATKABAR.ID – Terhitung sejak Sabtu (20/10/2018) kemarin, Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla genap memasuki tahun yang keempat. Grace Natalie selaku Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menuturkan, selama 4 tahun belakangan ini sudah banyak yang dilakukan Jokowi. Hal itu membuat rakyat Indonesia semakin cinta.

“Pengalaman personal saya dengan Pak Jokowi dan hasil observasi saya berinteraksi dengan masyarakat menyimpulkan, ada 4 hal yang membuat Pak Jokowi dicintai rakyat,” kata Grace, Jakarta, Minggu (21/10/2018), melansir Liputan6.com, Senin (22/10/2018).

Ia melanjutkan, yang pertama, Jokowi merupakan sosok pekerja keras. Hal ini bahkan terukir dari slogannya “kerja, kerja, kerja.”

“Empat tahun ini, Jokowi telah menyelesaikan banyak proyek pembangunan bahkan yang diasumsikan tidak akan bisa diselesaikan,” ungkap Grace.

Grace melanjutkan, yang kedua, Jokowi dikenal sebagai sosok pemimpin sederhana, bersahaja, sabar, santun dan rendah hati, serta taat beribadah.

Baca juga: Masuk Daftar Tokoh Muslim Berpengaruh di Dunia, Jokowi: Saya Tetap Akan Bekerja Apa Adanya

“Ini adalah karakter utama pemimpin yang sulit dicari tandingannya,” tandas Grace.

Ketiga, Jokowi berhasil memisahkan proyek pembangunan dan bisnis keluarganya. Di mana, baik istri, anak, dan mantunya membuka usaha sendiri yang tak ada kaitannya dengan anggaran negara.

“Keempat, Pak Jokowi pemimpin yang energik. Beliau pemimpin yang tidak hanya duduk di Istana. Dia keliling mengecek pembangunan. Bertemu rakyat menangkap aspirasi mereka. Ini tidak mungkin dilakukan oleh pemimpin energik yang memiliki kesehatan fisik paripurna,” tukas Grace menuturkan.

Angka Kemiskinan Menurun

Beberapa prestasi telah ditorehkan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), salah satunya dilihat dari angka kemiskinan.

Merujuk data BPS, disebutkan bahwa angka kemiskinan bisa ditekan hingga single digit menjadi 9,82 persen atau sekitar 25,95 juta jiwa pada Maret 2018 di masa pemerintahan Jokowi-JK.

Padahal pada Maret 2015 angka kemiskinan masih 28,59 juta jiwa atau 11,22%. Tak hanya itu, angka pengangguran juga merosot. Pada Maret 2018 angka pengangguran sebesar 6,87 juta jiwa atau 5,13%. Dibandigkan pada Maret 2015, saat itu masih 6,18 persen atau 7,4 juta jiwa.

“Kita bersyukur apa yang kita kerjakan membuahkan hasil, kualitas kehidupan manusia dalam empat tahun terakhir terus membaik,” tukas Presiden RI Joko Widodo dalam Pidato Sidang Tahunan 2018, seperti ditulis Sabtu (20/10/2018).

Adapun terkait angka ketimpangan (gini ratio), pada Maret 2018 tercatat hanya 0,389. Sementara pada Maret 2015, angka gini ratio masih 0,408.

Hal ini tidak terlepas dari pemerataan pembangunan yang dilakukan beberapa waktu belakangan ini. Hasilnya, meski tipis, ekonomi Indonesia terus tumbuh di tengah gejolak sentimen global. Pada 2015, pertumbuhan ekonomi RI 4,88%, pada 2016 yakni 5,03%, di 2017 sebesar 5,07% dan terakhir hingga semester 1 2018 pertumbuhan ekonomi RI 5,17%.

Poling #Pilpres2019 SuratKabar.id
Jika Pilpres 2019 dilaksanakan hari ini, pasangan mana yang akan anda pilih?
Klik 'Vote!' untuk melihat hasil polling sementara.