Ngeri! Ilmuwan Ini Koleksi Mayat Orang Untuk Dipamerkan


SURATKABAR.ID – Selama ini, Ilmuwan asal Jerman, Gunther Von Hagens  dikenal sebagai seorang kolektor mayat manusia. Ia mengumpulkan mayat dari berbagai belahan dunia untuk dipamerkan di museum Body Worlds. Museum Body Worlds yang terletak di Berlin, Jerman dan secara resmi beroperasi pada tahun 2015 lalu.

Bersama istrinya yang bernama Angelina Wahley, Gunther Von Hagens berkeliling dunia untuk menemukan banyak jenazah orang yang akan dijadikan pameran.

Melansir laporan Suara.com, Minggu (21/10/2018), untuk mendapat mayat manusia, ia dan istri harus berkunjung ke Cina, Eropa Timur, serta India di Asia. Negara-negara ini menjadi tujuannya bukan tanpa sebab, tapi karena negara-negara tersebut berpenduduk terbesar di dunia.

Mayat manusia yang sudah terkumpul ini lalu dikuliti dan diplester untuk kemudian dibuat berpose ‘heroik’ layaknya sebuah karya seni.

Pengakuan Hagen, ia menggunakan teknik plastinasi guna memungkinkan mayat tersebut dibedah dan dibongkar seluruh bagiannya. Anatominya ini lalu ditunjukkan bagi pengunjung yang ingin menyaksikannya.

Baca juga: Fenomena Sumur Api di Cilacap Hebohkan Warga, Lihat Videonya

Jadi Kontroversi

Ide gila Hagens tersebut tentu membuatnya harus terdampak berbagai kontroversi. Meski begitu, ia masih saja menjalankan kesukaannya.

Beberapa kritikus bahkan menyebutnya sebagai ‘Dr Death’ lantaran obsesi berlebihannya terhadap jenazah orang.

Seolah tak terganggu dengan berbagai kritik yang menghujaninya, Hagens mengaku memiliki misi manusiawi. Misi tersebut adalah memperlihatkan secara langsung kepada banyak orang mengenai bagaimana struktur anatomi asli pada tubuh manusia terlihat.

Kepada istrinya, bahkan sang ilmuwan berpesan agar mayatnya juga dilestarikan dengan cara dikuliti dan diplester setelah dia sendiri meninggal.

Dilansir Independent.co.uk, dia kemudian ingin tubuhnya dipajang di pintu masuk ke Body Worlds Museum London yang baru—di mana organ, tengkorak, dan mayat yang diawetkan semuanya ditampilkan dalam berbagai pose. Body Worlds Museum London sendiri dibuka tiap hari Sabtu.

Kini, pria berusia 73 tahun tersebut menderita penyakit Parkinson. Baginya, keputusannya untuk berada di antara pamerannya sewaktu ajal menjemput merupakan bagian dari misi “menyelesaikan pekerjaan hidupnya”, kata Dr Whalley, sang istri.