5.144 Mahasiswa Korban Gempa Lombok Dapat Beasiswa dari Jokowi


SURATKABAR.ID – Sebanyak 5.144 mahasiswa yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB), Lombok mendapat beasiswa dari Presiden RI Ir. Joko Widodo (Jokowi). Acara penyerahan beasiswa tersebut digelar di halaman luar Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Lombok Tengah, NTB, pada Kamis (18/10/2018). Tujuh mahasiswa dari mereka mendapatkan kesempatan untuk menerima langsung beasiswa dari Bapak Presiden RI tersebut.

Mengutip Detik.com, Jumat (19/10/2018), Jokowi berharap, 5.144 mahasiswa di NTB bisa melanjutkan kuliah hingga rampung dengan berbekal beasiswa tersebut. Dengan demikian, tak ada lagi alasan untuk menunda perkuliahan mereka.

“Selamat belajar. Jangan sampai, dengan alasan gempa, Saudara-saudara nggak belajar. Tetap harus belajar. Saya titip ini,” tandas Jokowi.

Tak lupa kepada mahasiswa, Presiden Jokowi mengingatkan mengenai tantangan yang akan dihadapi pada era revolusi industri keempat, perubahan terjadi 3 ribu kali lebih cepat.

“Artinya apa? Di depan kita akan terjadi perubahan-perubahan yang sangat cepat sekali, kita baru belajar artificial intelligence, keluar lagi internet of thing, keluar lagi cryptocurrency, keluar lagi virtual reality, keluar lagi Bitcoin, keluar lagi yang baru terus keluar,” papar Jokowi di Lombok, sebagaimana dalam keterangan tertulis yang diberikan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Kamis (19/10/2018). Demikian melansir OkeZone.com.

Baca juga: Soal Urusan Utang Rumah Sakit Sampai ke Presiden, Jokowi: Kebangetan

Jokowi juga berpesan kepada generasi muda khususnya para mahasiswa agar bisa menyiapkan diri untuk menghadapi tantangan-tantangan sebagaimana yang dipaparkannya tersebut. Hal itu dinilai penting mengingat kompetisi dan persaingan antarnegara semakin ketat.

“Tapi saya meyakini, Insyaallah keyakinan saya, moga-moga benar bahwa sumber daya manusia kita, anak-anak muda kita mahasiswa kita, itu kalau bertarung berkompetisi bersaing dengan SDM dari luar itu kita memiliki kemampuan untuk menang,” imbuhnya kemudian.

Adapun Intan Ahmad selaku Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti menuturkan, beasiswa ini diberikan melalui skema bidik misi dan peningkatan prestasi akademik (PPA). Rinciannya, yakni sebanyak 2.195 mahasiswa untuk skema bidik misi dan 2.949 mahasiswa untuk PPA.

“Dari komposisi tempat studi, 4.275 mahasiswa yang studi di Unram, 34 PTS di NTB, dan 869 mahasiswa asal NTB yang sedang studi di luar NTB dari 74 PTN atau PTS di Indonesia,” tuturnya.

Intan Ahmad menyampaikan, hingga 17 Oktober 2018, tercatat jumlah mahasiswa yang menerima beasiswa dalam bentuk tabungan adalah sebanyak 3.357 mahasiswa. Sementara itu, sisanya yang sebanyak 1.787 mahasiswa sedang dalam proses pencairan yang diprediksi akan diterima pada akhir Oktober 2018.

 

“Kami berharap kelak para mahasiswa menjadi lulusan unggul berkarakter, tangguh, serta peduli masalah sosial, budaya, dan lingkungan,” Intan Ahmad berpengharapan.

Diungkapkan Intan Ahmad, beasiswa pendidikan juga akan diberikan untuk mahasiswa korban bencana di daerah lain.

“Kemenristekdikti juga akan memberikan bantuan serupa untuk mahasiswa korban bencana gempa bumi dan tsunami di Palu,” bebernya.

[wpforms id=”105264″ title=”true” description=”true”]