Ditetapkan sebagai Tersangka Pencemaran Nama Baik, Ahmad Dhani Balik Melawan: Ini Negara Cebong atau Pancasila?


SURATKABAR.ID – Penyidik Subdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim menetapkan Ahmad Dhani sebagai tersangka dugaan pencemaran nama baik. Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Dilansir dari SuaraSurabaya.net pada Kamis (18/10/2018), polisi sudah memeriksa sejumlah saksi. Seperti saksi ahli bahasa, ahli pidana, ahli IT, dan beberapa saksi lainnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap saksi, polisi akhirnya menetapkan musisi bernama lengkap Ahmad Dhani Prasetyo sebagai tersangka.

Barung mengungkapkan, pihak penyidik telah melayangkan pemanggilan terhadap Ahmad Dhani sebagai tersangka hari ini, Kamis (18/10). Namun dengan alasan yang tidak diketahui, Dhani tak dapat memenuhi panggilan Ditreskrimsus sebagai tersangka.

Meski demikian, Barung menegaskan bahwa pihaknya akan tetap melakukan pemanggilan ulang terhadap suami dari Mulan Jameela tersebut. “Kami tetap akan melakukan pemanggilan lagi sesuai ketetapan undang-undang,” jelasnya ditemui di Mapolda Jatim, Kamis (18/10).

Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan bahwa hingga sejauh ini belum ada pencekalan terhadap Dhani. Selain itu, Polda jatim juga mendapatkan konfirmasi dari pengacara Dhani yang menyatakan bahwa yang bersangkutan meminta penundaan jadwal pemeriksaan.

Baca Juga: Diduga Lakukan Penipuan Proyek Villa, Ahmad Dhani Dilaporkan ke Polisi

“Hari ini juga kami akan layangkan pemanggilan lagi yang diagendakan pemeriksaan sebagai tersangka minggu depan,” imbuh Barung kemudian.

Sementara itu, terkait penetapan dirinya sebagai kasus pencemaran nama baik, Ahmad Dhani Prasetyo mengaku berang. Ia tak habis pikir sikapnya membenci sesuatu yang buruk justru dianggap telah menyalahi aturan. Menurutnya, negara tidak berhak melarang warganya membenci hal yang menurut mereka buruk.

“Kok dilarang membenci sesuatu yang buruk?” tukas Ahnad Dhani di hadapan wartawan, Kamis (18/10), dikutip dari laman Detik.com. “Ini negara cebong atau negara Pancasila?” tambahnya ketus.

Kader dari Partai Gerindra ini juga mengaku heran kata ‘idiot’ yang ia lontarkan kepada sejumlah massa Koalisi bela Negara NKRI menjadi penyebab dirinya terseret sebagai tersangka. Padahal, massa tersebut terang-terangan menghadangnya. Menurutnya, hal tersebut sebagai upaya mengkriminalisasi dirinya.

“Ini kriminalisasi,” seloroh Ahmad Dhani.

Sebagai informasi, Ahmad Dhani juga dilaporkan sejumlah elemen masyarakat dengan tuduhan melontarkan kata tak pantas saat berada di Hotel Majapahit Surabaya, 29 Agustus lalu. Video tersebut langsung beredar luas di media sosial.

Ahmad Dhani sebelumnya telah memenuhi panggilan Polda Jatim dengan status sebagai saksi pada 1 Oktober lalu. Ia mengaku aksinya dalam video tersebut ditujukan kepada orang-orang yang ada di sekitar Hotel Majapahit Surabaya. Pasalnya sejumlah massa sempat menghadang Dhani ketika akan keluar. Aksi massa tersebut datang lantaran tak setuju dengan deklarasi #2019GantiPresiden yang digelar ketika itu.

[wpforms id=”105264″ title=”true” description=”true”]