Dipusingkan Lebih dari 42.000 Regulasi, Jokowi: UU Nggak Usah Banyak-banyak


SURATKABAR.ID – Menyoroti banyaknya Undang-Undang (UU) maupun regulasi yang ada saat ini, Presiden RI Ir. Joko Widodo (Jokowi) menuturkan justru hal tersebut dapat memperlambat gerak dalam memutuskan tindakan. Hal ini, ucapnya, justru menghambat laju perkembangan di Indonesia.

Ia sendiri mengaku kerap dibuat pusing oleh banyaknya aturan dan regulasi yang jumlahnya ada puluhan ribu regulasi, mulai dari undang-undang, peraturan pemerintah, perpres, pergub, perda, hingga perwali.

“Kita terlalu banyak Undang-Undang, mengatur-ngatur. Kita sering repot karena itu. Regulasi kita ada 42 ribu yang menjadikan kita tidak cepat memutuskan atau tidak cepat fleksibel karena perubahan dunia,” papar Jokowi di Pembukaan Kongres Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi), JCC Senayan, Rabu (17/10/2018). Demikian dilansir Detik.com.

Mantan Walikota Solo tersebut mengatakan, agar Undang-Undang atau regulasi tak terlalu banyak, ia meminta kepada DPR atau Menteri terkait agar peraturan dan undang-undang tak banyak dikeluarkan.

Dikutip Kompas.com, sebelumnya, Jokowi juga sempat menuturkan hal yang sama saat mengunjungi kantor pusat perusahaan media milik Dahlan Iskan di Surabaya, Minggu (08/10/2017).

Baca juga: Kontroversi Para Mantan Menteri yang Kini Balik Melawan Jokowi

“Kalau saya itung ada lebih dari 42.000 regulasi, coba, pusing tidak?” katanya saat mengunjungi kantor pusat perusahaan media milik Dahlan Iskan di Surabaya, Minggu (08/10/2017).

Menurutnya, hal terpenting bukannya banyak aturan yang memusingkan. Hal terpenting yang ditekankan adalah tanggung jawab masing-masing penyelenggara Undang-Undang tersebut.

“Regulasi yang paling penting tanggung jawab moral, etika kita dan tanggung jawab kita terhadap profesi masing-masing. Ada 42 ribu regulasi. Bayangkan kita sendiri yang buat, kita sendiri yang pusing,” imbuh Jokowi.

Ingin RI Berlari

Ia juga menuturkan, akibat banyaknya regulasi tersebut, bangsa Indonesia tak bisa bergerak cepat mengikuti perubahan zaman.

Dalam beberapa hal, Jokowi mengaku ingin bergerak cepat bahkan berlari.

“Baru mau lari, diingatkan undang undang, baru mau lari diingatkan perpres, terus larinya kapan,” tukasnya kemudian.

Pengakuan Presiden, yang dibutuhkan saat ini justru upaya pemangkasan oleh legislatif aturan agar Indonesia lebih cepat berlari mengimbangi inovasi agar tak kalah dengan negara lain.

“Saya sudah mulai putus-putus itu putusan regulasi. Saya bilang ke DPR, Undang-Undang nggak usah banyak-banyak lah. Regulasi menteri jangan terlalu banyak,” imbuh Jokowi kemudian.

Sebagai upaya deregulasi, tahun lalu bersama Mendagri, diketahui bahwa pemerintah sempat mengevaluasi sejumlah 3.153 peraturan daerah.

Soroti Pengelolaan Limbah Medis

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyoroti soal pengelolaan limbah medis. Menurutnya, aturan yang ada tak bisa mengatasi persoalan limbah medis.

Menukil Kumparan.com, ia pun meminta kementerian terkait untuk segera mengambil langkah agar masalah ini cepat selesai.

“Urusan limbah medis RS, saya sampaikan agar saya diberi masukan yang detail. Mungkin UU yang sebelumnya yang saya kira banyak mengganggu, merepotkan. Dan juga saya dengar, ada 2 tersangka. Hal seperti ini harus kita selesaikan,” beber Kepala Negara.

Eks Gubernur DKI Jakarta tersebut juga menganjurkan adanya revisi UU atau PP soal pengelolaan limbah medis. Sebab pasalnya, UU dan aturan yang ada saat ini terbukti tak berhasil mengatasi masalah limbah medis.

“Mungkin revisi UU atau didukung PP. Kita terlalu banyak UU, kita sering repot karena itu. Regulasi kita ada 42 ribu, ini yang menjadikan kita tidak cepat memutuskan atau fleksibel,” imbuhnya kembali menandaskan.

Kongres ke-14 PERSI kali ini mengambil tema ‘Dengan Smart Hospital dan Jiwa Hospitalpreneurship Rumah Sakit Indonesia Siap Melaksanakan Health Coverage dan Berkompetisi di Era Global’.

Dalam acara tersebut, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek dan Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris tampak ikut hadir mendampingi Presiden Jokowi.

Poling #Pilpres2019 SuratKabar.id
Jika Pilpres 2019 dilaksanakan hari ini, pasangan mana yang akan anda pilih?
Klik 'Vote!' untuk melihat hasil polling sementara.