Alfrits Rottie, Tinggalkan Istri Sakit Hingga Meninggal Dunia Demi Misi Kemanusiaan di Palu


SURATKABAR.ID – Keluarga tentu menjadi prioritas utama bagi siapa pun juga. Namun, ada hal-hal lain yang membuat seseorang terpaksa meninggalkan keluarga.

Hal ini terjadi poada Alfrits Rottie, anggota Basarnas Gorontalo yang terlibat dalam misi kemanusiaan penyelamatan korban gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Saat misi terakhirnya di Palu selesai, istri Alfrits meninggal dunia. Wanita bernama Devita Purnamsari Muhidin tersebut baru setahun dinikahi Alfrits.

Sebenarnya, saat ditugaskan untuk berangkat ke Palu, Alfrits sempat menolak. Ia ingin menemani sang istri yang tengah sakit. Namun, sang istri memintanya untuk berangkat menjalankan misi kemanusiaan tersebut.

“Saat diperintahkan ke Palu, Frits menolak dengan alasan sedang menunggui istrinya sakit, namun justru istrinya yang memintanya untuk berangkat. Istrinya bilang masyarakat Sulawesi Tengah lebih membutuhkan, kalau istrinya masih ada keluarga yang menjaga,” terang Kepala Seksi Sumber Daya Basarnas Gorontalo, Selasa (16/10/2018), seperti dilansir dari kompas.com.

Baca juga: Geram Carut Marut BPJS Kesehatan, Jokowi: Kok Enak Banget Kalau Kurang Minta

Dalam misi kemanusiaan tersebut, Alfrits membawahi 16 orang lainnya yang merupakan tim Basarnas Gorontalo. Mereka melakukan perjalanan darat dari Gorontalo ke Palu pada Jumat (28/9/2018) malam.

Sesampainya di Palu, seluruh tim Basarnas menjadi satu kesatuan dalam satu komando operasi. Alfrits ditugasi sebagai komandan tim saat menangani Hotel Roa Roa oleh Direktur Operasional Basarnas Brigjen TNI (Mar) Bambang Suryo Aji.

Disini, Alfrits dan timnya berhasil mengevakuasi seorang wanita di dalam reruntuhan beton.

“Mereka menggunakan chipping hammer untuk masuk dalam reruntuhan beton, mereka membobol beton dengan cara berbaring, sangat sempit, bahkan memutar badan saja tidak bisa,” lanjut M. Rizal.

Karena dibutihkan tim yang lebih spesifik, Alfrits dan timnya kemudian ditugaskan untuk evakuasi di kawasan Petobo. Mereka harus menyelamatkan seorang korban yang terhimpit benda keras di dalam kubangan air dan lumpur.

Namun, saat bertugas tiba-tiba Alfrits mendapatkan kabar bahwa sang istri dilarikan ke rumah sakit. Saat misinya selesai pada Sabtu (13/10/2018), Alfrits segera kembali ke Gorontalo dan tiba pada Minggu pagi.

Sayangnya, pada Minggu menjelang maghrib, sang istri menghembuskan nafas terakhir.