Viral Foto Pernikahan Digelar di SPBU, Pihak Keluarga Beri Pengakuan Tak Terduga


SURATKABAR.ID – Para pengguna media sosial baru-baru ini digemparkan dengan foto seremoni pernikahan yang diselenggarakan di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Pemandangan tak biasa ini pun sontak menuai beragam komentar.

Foto tersebut, seperti yang dilansir dari laman Kompas.com pada Selasa (16/10/2018), diunggah oleh akun Instagram Mbah Kung, @ketoprak_jowo. Dalam foto tampak panggung pernikahan yang dihias dengan dekorasi cukup megah. Ada juga papan penanda SPBU yang berdiri kokoh di bagian depan.

Menanggapi hal tersebut, Manajer Komunikasi dan CSR Regional Kalimantan PT Pertamina (Persero) Yudi Nugraha buka suara. Ia menjelaskan bahwa pesta pernikahan tersebut berlangsung di Agen Premium Minyak Solar (APMS) yang berlokasi di wilayah Kalimantan Selatan.

“Acara seremoni pernikahan dilakukan pada 14 Oktober 2018. Kami mendapat informasi tersebut setelah acara selesai,” jelas Yudi ketika dihubungi untuk dimintai konfirmasi lebih lanjut terkait foto viral itu, pada Selasa (16/10).

Diketahui, acara pernikahan itu digelar di APMS Nomor 66.0311, Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Yudi menegaskan bahwa APMS tempat digelarnya acara pernikahan tersebut adalah milik sebuah perusahaan.

Baca Juga: Foto Acara LGBT Dibubarkan Ormas di Magelang Hebohkan Medsos, Tak Disangka Seperti Ini Faktanya

Menurutnya, dalam menjalankan operasional lembaga penyaluran BBM yakni SPBU maupun APMS, pihak Pertamina memiliki standar keamanan. Dan hal tersebut tercantum dalam kontrak kerja sama antara pihak Pertamina dengan mitra usaha.

“Kontrak kerja sama harus dipatuhi oleh Pertamina dan mitra usaha tersebut. Guna menghindari hal-hal yang dapat merugikan kedua belah pihak maupun masyarakat sekitar lokasi lembaga penyalur,” jelas Yudi lebih lanjut.

Sementara itu, menurut Yudi, terkait digunakannya lokasi APMS sebagai tempat diselenggarakannya seremoni pernikahan, pihak pengelola tak memberikan pemberitahuan. Dan apabila kegiatan tersebut didahului dengan pemberian surat pemberitahuan, pihak Pertamina tak akan mengeluarkan izin.

Penjelasan Pihak Keluarga

Menanggapi viralnya sejumlah foto pernikahan yang digelar di SPBU, pihak keluarga akhirnya buka suara dan memohon maaf. Dispiani Nor, salah satu kerabat mempelai perempuan menjelaskan bahwa keluarga terpaksa memanfaatkan SPBU untuk dijadikan tempat hajatan dikarenakan jumlah tamu yang membludak.

“SPBU-nya memang didekor juga jadi seperti tempat hajatan. Kemarin itu lantaran pihak keluarga laki-laki ini banyak yang datang. Jadi kalau kita letakkan di rumah nggak bisa, halaman sempit. Belum lagi masyarakat yang datang. Pihak laki-laki ada sekitar 14 mobil yang datang,” jelasnya, dilansir Detik.com.

Dispiani menambahkan bahwa ibu mertuanya sebagai pemilik SPBU sudah dipanggil oleh pihak Pertamina. Dan atas pelanggaran kontrak kerja sama antara mitra usaha dengan Pertamina, sang pemilik SPBU harus menerima sanksi tegas sesuai dengan aturan.

“SPBU tersebut kami berikan snaksi satu bulan akibat melanggar ketentuan dan aturan yang berlaku di Pertamina,” jelas Manager Communication & CSR Region Kalimantan Yudy Nugraha. Adapun sanksi kepada pemilik usaha adalah diberhentikannya pasokan BBM sebagai bentuk pembinaan khusus atas pelanggaran yang dilakukan.