Laporkan Surya Paloh ke Bareskrim, Rizal Ramli Ajukan Ganti Rugi Rp 1 Triliun


SURATKABAR.ID – Ekonom senior Rizal Ramli mengajukan ganti rugi dengan nilai Rp 1 triliun kepada Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh terkait kasus dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik dan juga fitnah.

Rizal Ramli, seperti yang dilansir dari laman Antaranews.com pada Selasa (16/10/2018), mengungkapkan kerugian materiil beserta immateriil mencapai Rp 100 miliar. Dan apabila dugaan bisa dibuktikan, ia akan meminta total Rp 1 triliun.

“Kerugian materiil dan immateriil itu Rp 100 miliar, total Rp 1 triliun kami minta seandainya berhasil membuktikan dugaan merusak nama baik ini,” jelas Rizal Ramli ditemui di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (16/10).

Jika benar Surya Paloh terbukti bersalah dalam pengadilan dan kemudian membayarkan ganti rugi seperti yang diminta, sebesar Rp 1 triliun, Rizal Ramli berjanji akan menyumbangkan seluruh uang tersebut kepada petani dan petambak garam.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman di masa Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) ini menyebut ada 1.500 pengacara di belakangnya yang bersedia membantu. Para pengacara tersebut sama sekali tak menuntut biaya. Atas hal itu, Rizal mengapresiasi barisan pengacara yang mau membantu.

Baca Juga: Dulu Ikut Meresmikan, Begini Reaksi Luhut Soal Kasus Suap Meikarta: Kok Sampai Jadi Begitu, Saya Pikir…

“Saya betul-betul bangga karena semua kawan-kawan pengacara melakukan dengan pro bono, tidak dibayar, karena mereka lihat kasus ini sebenarnya yang kami perjuangkan nasib petani,” jelas Rizal Ramli lebih lanjut.

Ia selanjutnya mengimbau kepada pemerintah untuk tidak lagi melakukan impor tanpa berdasarkan data. Pasalnya, atas keputusan yang diambil oleh pemerintah tersebut para petani yang pada akhirnya harus menderita.

Rizal Ramli sebelumnya melaporkan Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh atas tuduhan dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik dan fitnak ke Bareskrim Polri di Jakarta, pada Selasa (16/10) siang.

Laporan polisi dengan nomor LP/B/1309/X/2018/BARESKRIM tertanggal 16 Oktober 2018 tersebut terkait Partai NasDem yang sebelumnya terlebih dahulu melaporkan Rizal Ramli ke Polda Metro Jaya pada 17 September 2018. Dalam laporannya, Rizal Ramli dianggap memfitnah Surya Paloh mengenai kebijakan impor pemerintah.

“Yang kami perjuangkan nasib petani, jangan impor ugal-ugalan karena petani kita sudah susah. Pemerintah harusnya bekerja buat petani dan petambak garam di Indonesia, bukan di Vietnam maupun Thailand,” tandas Rizal Ramli dengan tegas.

Menurutnya, ia sama sekali tak pernah menyebut Partai NasDem dalam acara televisi saat dirinya menjadi narasumber mengenai impor pangan. Dalam acara tersebut ia hanya menyebut nama Surya Paloh, tanpa embel-embel jabatannya sebagai Ketua Umum DPP NasDem.

Oleh karena itu, ia menilai laporan yang diajukan Partai NasDem sudah salah alamat lantaran tak berkaitan dengan perkara sebenarnya. Rizal juga mengklaim kata ‘brengsek’ yang ia lontarkan tidak ditujukan kepada Surya Paloh, akan tetapi pada kebijakan impor pangan yang menurutnya salah dan sangat merugikan petani.