Sindir yang Kebarat-baratan, Hasto: Jokowi-Kiai Ma’ruf Orisinal Indonesia—Lahir dari Rahim Rakyat


SURATKABAR.ID – Hasto Kristiyanto selaku Sekretaris Tim Kampanye menyampaikan, keistimewaan Joko Widodo (Jokowi)-Kiai Ma’ruf Amin yang tidak dimiliki pasangan lain ialah kekuatannya yang orisinal dan lahir dari rahim rakyat Indonesia. Hasto yang juga Sekjen PDIP tersebut menyindir jargon jargon Make Indonesia Great Again milik pasangan capres Prabowo-Sandiaga. Diketahui, jargon tersebut mengadaptasi perkataan Ronald Reagan dan Donald Trump yang notabene pimpinan Negeri Paman Sam.

“Pak Jokowi sosok pemimpin dari kalangan rakyat biasa. Demikian halnya, KH Ma’ruf Amin, sangat kental dengan tradisi ulama yang begitu dekat dengan umatnya. Melalui sosok Paslon 01 ini, rakyat bisa merasakan pentingnya kesetaraan antara pemimpin dan rakyatnya,” ungkap Hasto, dilansir dari reportase TribunNews.com, Selasa (16/10/2018).

Hasto kemudian menyebutkan bahwa jika ditinjau dari legitimasi kepemimpinan, Jokowi-Kyai Ma’ruf telah berproses dan berjenjang dari bawah. Dalam artian, memulai dari menjadi  walikota, gubernur hingga menjadi Presiden RI. Semua berproses dan karena prestasi.

“Pengalaman Pak Jokowi inilah yang menjadi inspirasi bagi ratusan juta warga Indonesia. Mereka menjadi percaya, bahwa dari kalangan mereka bisa lahir seorang pemimpin, meski ia lahir dari kalangan biasa. Melalui Pak Jokowi mereka bisa bermimpi bahwa  pemimpin bisa lahir dari  kalangan mereka sendiri. Inilah alasan fundamantal yang hidup di batin rakyat bahwa Jokowi adalah kita,” bebernya panjang lebar.

Orisinalitas, Jadi Role-Model

Ia menambahkan, terbukti bahwa kepemimpinan Jokowi dan Kiai Ma’ruf  yang orisinal menjadi role-model kepemimpinan rakyat kebanyakan. Dan ini dilakukan tanpa modal kapital berlebihan.

Baca juga: Menohok! Sekjen PDIP: Jokowi Terus Kerja, yang Lain Retorika

Menurut Hasto, Jokowi-Kiai Ma’ruf Amin berbeda dengan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Kendati Sandiaga mencoba hadir di antara ibu-ibu di pasar-pasar, namun gap dirinya dengan rakyat tetap terasa.

“Apapun Pak Sandi kan sosok pengusaha yang sangat kaya. Demikian juga Pak Prabowo, terlebih dengan preferensi orang tua, maupun mertuanya,” papar Hasto.

Penuturan Hasto, masyarakat melalui Jokowi bisa bermimpi bahwa pemimpin bisa lahir dari kalangan mereka sendiri. Kata Hasto, alasan fundamantal itu hidup di batin masyarakat, bahwa Jokowi merupakan bagian dari masyarakat.

“Suasana kebatinan bahwa Jokowi-Kyai Mar’ruf adalah kita, yang menjadi alasan mengapa kekuatan kapital Prabowo-Sandi yang mencapai trilyunan, dan model kampanye kebarat-baratan hasil jiplakan Make Indonesia Great Again, tidak begitu laku di pasaran,” tukasnya.

Diketahui sebelumnya, Prabowo menyinggung jargon Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia bercerita mengenai tindakan Amerika Serikat yang menyatakan perang dagang dengan Cina.

Prabowo mengatakan, begitu Amerika kalah bersaing, mereka menyatakan tidak ada free trade, tidak ada perdagangan bebas, “American First”, dan “Make America Great Again“.

“Kenapa kok bangsa Indonesia tidak berani mengatakan bagi bangsa Indonesia: ‘Indonesia First’, ‘Make Indonesia Great Again’,” imbuh Prabowo dalam sambutannya di acara rapat kerja nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (Rakernas LDII) di Pondok Minhajurrosyidin, Jakarta, pada Kamis (11/10/2018) lalu.

[wpforms id=”105264″ title=”true” description=”true”]