Temu Hangat Jokowi dengan Menlu Palestina dan Rayuan Diplomatik Israel


    SURATKABAR.ID – Usai Indonesia mendapat pujian atas dukungan untuk kemerdekaan Palestina, kini posisi dan peran pentingnya bagi negara lain kian diperhitungkan. Israel saat ini tengah merayu Indonesia agar hubungan diplomatik bisa terjalin. Peran penting Indonesia bagi Palestina diungkapkan sewaktu Menlu Palestina, Riyad al Maliki bertemu Presiden Ir. Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka.

    Seperti dikutip dari laporan Detik.com, Selasa (16/10/2018), Palestina menyampaikan apresiasi kepada RI atas dukungan dan hubungan yang selalu diberikan Indonesia kepadanya.

    Kehadiran Maliki diterima Jokowi di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (15/10/2018). Dalam kunjungan terkait, Dubes Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al Shun tampak menemani Maliki.

    “Oleh karena itu, sekali lagi Menlu Palestina menyampaikan terima kasih kepada Indonesia konsistensi, dukungan yang diberikan Indonesia di manapun berada, tidak saja dukungan politik tapi dukungan dalam bentuk lain dalam bentuk capacity building, dan juga dukungan yang dalam bentuk lain termasuk dukungan finansial kepada UNRWA khusus untuk para refugees (pengungsi) yang diberikan Indonesia,” demikian Menlu Retno LP Marsudi di Istana Kepresidenan, Jakarta menyampaikan pemaparannya pada Senin (15/10/2018).

    Menurut Palestina, kehadiran dan bantuan Indonesia yang kerap ada sangat berpengaruh signifikan bagi negaranya.

    Baca juga: Dibantu Banyak Tokoh, Tim Jokowi-Ma’ruf Targetkan Raih 60% Suara di Jabar

    “Intinya adalah ucapan terima kasih Palestina kepada pemerintah dan rakyat Indonesia atas dukungan yang diberikan selama ini. Dan mereka sangat merasakan kehadiran kita, dukungan kita yang konsisten terus menerus terhadap perjuangan Palestina,” sambungnya kemudian.

    Israel Ajak Tingkatkan Hubungan Diplomatik

    Dan kini, Indonesia digoda oleh Israel yang merupakan negara seteru Palestina. Benjamin Netanyahu selaku Perdana Menteri (PM) Israel menyampaikan keinginannya untuk meningkatkan hubungan diplomatik dengan Indonesia.

    Penyampaian pernyataan Netanyahu yang ingin menjalin hubungan diplomatik dengan Indonesia terjadi dalam konferensi internasional di Yerusalem, Minggu (14/10/2018).

    Selain itu, Netanyahu juga menyebutkan ia ingin melihat lebih banyak warga Indonesia di Israel.

    “Indonesia adalah sangat-sangat penting untuk kami. Negara yang sangat penting,” tandasnya dalam konferensi internasional wartawan Kristen, sebagaimana dilansir dari The Times of Israel.

    “Penduduk Indonesia lebih dari 200 juta orang. Ada Muslim. Ada puluhan juta warga Kristen. Kita ingin melihat mereka ke sini. Kita ingin memiliki hubungan luar biasa dengan mereka,” tambah Netanyahu.

    Menukil laporan Tempo.co, Netanyahu menyampaikan keinginan tersebut sebagai tanggapan atas pertanyaan seorang aktivis Kristen di Jakarta yang pro-Israel, Monique Rijkers.

    Inilah aktivis iyang dulu meminta Netanyahu membuka negaranya bagi warga Indonesia untuk melakukan wisata rohani ke Tanah Suci.

    Diketahui, awal tahun ini Israel menutup pintu bagi warga Indonesia untuk berkunjung ke Tanah Suci sebagai balasan atas keputusan pemerintah RI melarang puluhan turis Israel berkunjung ke Tanah Air. Putusan ini merupakan bentuk solidaritas terhadap Palestina.

    Bantuan dari Israel untuk Sulteng

    Sebagai bentuk niat baik, pada awal Oktober, Israel dilaporkan mengirimkan bantuan untuk korban gempa dan tsunami di Palu-Donggala, Sulawesi Tengah.

    Akan tetapi, menurut The Times of Israel, dengan alasan sensitifnya hubungan Jakarta dan Yerusalem, Kantor Perdana Menteri Israel menolak memberikan tanggapan.

    Selain ingin membangun hubungan diplomatik yang sangat baik dengan RI, Israel juga berkeinginan membangun hubungan diplomatik dengan negara-negara mayoritas Muslim di Afrika. Negara-negara di Afrika tertarik bekerja sama dengan Israel untuk memerangi terorisme, demikian menurut Netanyahu.