Prabowo Akan Bentuk TGPF Kasus Novel, Jubir: Insha Allah 3 Bulan Masalah Selesai


    SURATKABAR.ID – Andre Rosiade selaku Juru Bicara pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengungkapkan, pasangan calon nomor urut 02 ini mempunyai agenda pemberantasan korupsi. Salah satunya yakni memberikan kepastian penanganan kasus penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Mereka akan menangani kasus tersebut jika kelak berhasil memerintah.

    “Pak Jokowi (Presiden Joko Widodo) kan enggak berani dan enggak mampu membuat TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta). Pak Prabowo jadi presiden langsung membuat TGPF insya Allah tiga bulan masalah selesai,” papar Andre melalui sambungan telepon kepada tim pers pada Minggu (14/10/2018) malam. Demikian seperti diungkapkan dalam laporan TribunNews.com, Senin (15/10/2018).

    Sebelumnya pada tanggal 11 April 2017 dini hari, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan tiba-tiba disiram air keras oleh dua pria tak dikenal yang mengendarai sepeda motor.

    Saat itu, Novel sedang berjalan menuju rumahnya usai menjalankan shalat subuh di Masjid Jami Al Ihsan, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Cairan itu tepat mengenai wajah Novel dan bahkan membuat matanya cedera parah.

    Insiden terror penyerangan tersebut berlangsung begitu cepat sehingga Novel pun tak sempat mengelak. Tak ada seorang pun yang berada di lokasi saat peristiwa penyiraman itu terjadi. Novel juga tak bisa melihat jelas siapa pelaku penyerangannya.

    Baca juga: Menohok! Sekjen PDIP: Jokowi Terus Kerja, yang Lain Retorika

    Lansiran laporan Kompas.com, Novel kemudian dibawa ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pada sore harinya, Novel dirujuk ke Jakarta Eye Center (JEC) di Menteng, Jakarta Pusat, untuk perawatan dengan alat yang lebih memadai. Kabar mengenai teror yang dialami Novel kemudian beredar luas di masyarakat.

    Kini setahun sudah berlalu, namun polisi masih belum juga bisa menangkap kedua pelaku penyerangan Novel Baswedan yang merupakan sepupu dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tersebut.

    Novel Kecewa

    Novel sendiri sempat menilai kasus penyerangan seperti ini tak boleh diremehkan dan dibiarkan. Ia merasa kecewa karena proses pengungkapannya belum menemui titik terang.

    Menurut dugaannya, pihak yang berwenang memang belum mau mengungkap secara jelas kasusnya yang menyebabkan mata kirinya terluka dan rusak berat—bahkan setelah menjalani beberapa operasi di Singapura sekalipun.

    Lebih lanjut, laman Kompas.com terbitan Rabu (11/04/2018) menyebutkan bahwa dalam perhitungan Novel, serangan air keras itu merupakan penyerangan keenam selama dirinya bekerja sebagai penyidik KPK. Novel menduga ada “orang kuat” yang menjadi dalang serangan tersebut. Ia bahkan mendapat informasi adanya keterlibatan seorang jenderal polisi dalam penyerangan terhadap dirinya.

    [wpforms  id=”105264″ title=”true” description=”true”]