Cak Nun Tegaskan Dirinya Tak Mau Mencampuri Politik


SURATKABAR.ID – Cak Nun alias Emha Ainun Nadjib yang dikenal sebagai Budayawan Tanah Air menegaskan dirinya tak mau mencampuri politik. Pada saat yang bersamaan, ia juga mengakui tak bisa menghalangi mereka yang memotong pernyataannya untuk kepentingan politik. Ia mengklaim dirinya tahu bahwa selama ini ada saja sejumlah pihak yang kerap memotong-motong perkataannya di media sosial demi kepentingan politik.

Seperti dikutip dari laporan BeritaSatu.com, Senin (15/10/2018), Cak Nun mengungkapkan hal ini di hadapan cawapres nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin, yang tengah berkunjung bersilaturahmi ket empat tinggalnya di Rumah Maiyah, Kadipiro, Yogyakarta, Minggu (14/10/2018).

Menurut Cak Nun, ia sama sekali tak berpolitik. Hidupnya hanya berkutat dengan ketuhanan, tanah air dan rakyat. Sama sekali tak ada hubungannya dengan negara maupun pemerintahan. Itulah sebabnya dia lebih memilih untuk setidaknya empat hari dalam seminggu bertemu masyarakat bawah, terutama dari kalangan Nahdliyin.

“Saya tak pernah sekalipun punya niat ikut campur (soal politik). Bahwa ada potongan kalimat saya diambil-ambil, dicampur-campur, itu medsos namanya. Saya tak bisa menghalang,” tandas Cak Nun kemudian.

Diakui Cak Nun, dirinya bersama Komunitas Maiyah menjaga agar tetap berposisi sebagai petugas keseimbangan, petugas kerukunan, petugas silaturahmi.

Baca juga: Dibantu Banyak Tokoh, Tim Jokowi-Ma’ruf Targetkan Raih 60% Suara di Jabar

“Jadi kalau ramai-ramai ada HTI sama NU, ya saya ikut. Tetapi saya terima siapapun yang datang. Kalau ada kesempatan mereka mau ikut, ya saya persilakan. Minimal kalau ada saya lebih mengademkan,” paparnya lagi.

Muamalah dalam Medsos

Kiai Ma’ruf Amin sendiri mengaku punya keprihatinan yang sama soal media sosial. Sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia, Kiai Ma’ruf menuturkan bahwa lembaga itu sebenarnya sudah membuat pedoman berupa fatwa. Substansinya ialah bagaimana agar bermuamalah dalam media sosial.

“Saya setuju harus ada tabayyun dan untuk melakukan perubahan, selain pedoman, harus ada edukasi dari pemerintah, tokoh, dan ulama,” tukas Kiai Ma’ruf, menukil TribunNews.com.

Melansir Republika.co.id, Kiai Ma’ruf juga bersyukur bisa diterima dengan baik oleh Cak Nun. Dalam kesempatan itu, tak lupa Kiai Ma’ruf meminta saran dan masukan kepada Cak Nun beserta kawan-kawannya untuk berjuang di jalur struktural pada Pilpres 2019.

“Hari ini saya sangat bersyukur bisa diterima oleh Emha Ainun Nadjib, budayawan dan tokoh kita yang terkenal, menerima silaturahmi saya,” demikian Kiai Ma’ruf menyampaikan.

Poling #Pilpres2019 SuratKabar.id
Jika Pilpres 2019 dilaksanakan hari ini, pasangan mana yang akan anda pilih?
Klik 'Vote!' untuk melihat hasil polling sementara.