Tak Cuma Ujian Tulis dan Praktek, Uji Pendengaran Juga Jadi Syarat Dapatkan SIM


SURATKABAR.ID – Untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) pengendara harus melalui sejumlah tahap. Mulai dari pendaftaran, melampirkan surat keterangan sehat dari dokter, tes tulis, hingga tes praktek berkendara atau tes drive.

Biasanya, banyak yang lolos di ujian tulis, namun gagal saat tes drive. Ada yang harus mencoba hingga beberapa kali sampai benar-benar lulus dan dinyatakan mampu berkendara dengan baik.

Tapi, kini ada aturan baru dalam pengajuan SIM. Pengendara harus melampirkan hasil uji pendengaran. Keterangan tersebut harus dilampirkan saat mengajukan pembuatan SIM.

Sebenarnya, aturan uji pendengaran ini telah lama ada di Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Namun, sering kali dilupakan begitu saja agar proses pembuatan SIM lebih efisien.

Baca juga: Esemka Tak Kunjung Diproduksi, Orang Dekat Jokowi Bocorkan Alasannya

Kasubdit Dok Pol Biddokkes Polda Jateng, AKBP dr Ratna Relawati pada Seminar Dokter RS Columbia Asia Semarang dengan tema Hear The Future, mengungkapkan soal ini.

Dalam kegiatan yang digelar pada Sabtu (13/10/2018) tersebut Ratna mengungkapkan, kesehatan pendengaran adalah hal penting dalam berkendara.

“Ada regulasinya, tes itu untuk mengetahui seberapa normal fungsi pendengaran seseorang, karena itu sangat penting saat berkendara dan ketika mengidentifikasi kendaraan apa yang ada di belakang pengemudi,” tuturnya, seperti dilansir dari grid.id, Minggu (14/10/2018).

Namun, tes kesehatan pendengaran biasanya tak dilakukan karena tempat pembuatan SIM di sejumlah polres belum memfasilitasi tes pendengaran tersebut.

Di sisi lain, jika seseorang memiliki pendengaran yang kurang baik, menurut Ratna ia bisa mengajukan bantuan alat bantu dengar sebelum memperoleh SIM.

Meski begitu, penguji SIM hanya akan melihat apakah fungsi pendengaran seseroang memenuhi syarat dengan atau tanpa alat bantu dengar. Sebab, yang bisa menentukan alat bantu dengar yang pas adalah pihak dokter atau rumah sakit.

Kamu yang pernah mengikuti ujian mendapatkan SIM atau telah memilikinya, pernahkah mengikuti atau melampirkan tes keterangan kesehatan pendengaran?