Menohok! NasDem ke Prabowo: Sudah Tiru Donald Trump, Salah Pula


SURATKABAR.ID – Soal slogan Make Indonesia Great Again yang dilontarkan oleh capres Prabowo Subianto, Partai NasDem melontarkan sindirannya. NasDem kini menyoroti slogan yang dinilai meniru Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Diketahui, laman Wikipedia menyebutkan Make America Great Again (Kembalikan Kejayaan Amerika) ialah slogan kampanye perpolitikan Amerika Serikat yang pertama kali dimunculkan dalam kampanye Ronald Reagan tahun 1980. Belakangan, Donald Trump kemudian mendaftarkan slogan ini sebagai merek jasa di Negeri Paman Sam.

“Kata Prabowo ‘Indonesia First, Make Indonesia Great Again’, lucu banget ya. Sudah niru Donald Trump ‘America First, Make America Great Again’, salah pula,” beber Sekjen NasDem Johnny G Plate kepada awak media, Kamis (11/10/2018). Demikian dilansir dari Detik.com, Jumat (12/10/2018).

Kesalahan yang dimaksud oleh Johnny adalah pada penggunaan kata “again (lagi)” pada frasa ‘Make Indonesia Great Again’. Sebab menurutnya, Indonesia sejak merdeka belum pada posisi great—berjaya.

“Pada zaman Sriwijaya dan Majapahit kita emang pernah great, itu belum ada Indonesia. Dari tahun 45 sampai sekarang belum ada kita great, kayaknya lebih tepat: Indonesia First, Make Indonesia Great. Nggak pakai ‘again’ hihihi. Itu yang sedang dilakukan Pak Jokowi (Joko Widodo),” demikian Johnny menyampaikan.

Johnny lalu merinci apa yang saat ini sedang dikerjakan Jokowi dalam periode pertamanya memimpin Indonesia. Johnny mengatakan, diperlukan satu periode lagi agar Indonesia bisa menjadi great.

Baca juga: PSI Sebut Pertamax Itu Dinikmati Orang Kaya Seperti Prabowo-Sandiaga

“Pak Jokowi saat ini sedang bekerja keras: Indonesia First, Make Indonesia Great. Dalam 4 tahun job creation sudah lebih dari 9 juta lapangan kerja baru, dan mudah-mudahan melampaui 10 juta lapangan kerja baru setelah 5 tahun pemerintahannya,” ungkap Johnny yang juga merupakan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin tersebut.

Johnny juga lantas memaparkan beberapa hasil kerja Jokowi yang lainnya seperti dalam hal menurunnya tingkat kemiskinan, inflasi terkendali, infrastruktur, serta pembangunan RS dan sekolah.

“Tingkat kemiskinan turun di bawah 10%, pertumbuhan di atas 5% per annum, inflasi terkendali di bawah 3,5% year on year, konektivitas infrastruktur fisik nasional dibangun, rumah sakit dan sekolah dibangun dengan baik,” sambung Johnny.

Ia membeberkan sejumlah program andalan Jokowi lainnya. Mulai dari Jaminan Kesehatan, Program Keluarga Harapan. Tak lupa, Johnny membanggakan pesatnya pembangunan infrastruktur di era Jokowi.

“Pembangunan tersebar merata di daerah di pelosok tanah air. Itu baru Indonesia First, Make Indonesia Great!!” sebutnya.

Sebelumnya, diketahui bahwa capres nomor urut 02 Prabowo Subianto membahas slogan kampanye Presiden AS Donald Trump saat berbicara di Rakernas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Prabowo bicara slogan khas Trump yang menurutnya bisa diadopsi bangsa Indonesia.

“Begitu AS merasa kalah bersaing dengan Tiongkok, mereka menyatakan perang dagang, tidak ada free trade (perdagangan bebas). Kenapa mereka mengatakan America First, Make America Great Again, dia mengatakan the important sign is American job,” tandas Prabowo di Rakernas LDII di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis siang (11/10/2018).

“Kok bangsa ini tidak berani mengatakan, bagi bangsa Indonesia, ‘Indonesia First, Make Indonesia Great Again’. Mengapa pemimpin Indonesia tak ada yang berani mengatakan yang penting adalah ‘pekerjaan bagi rakyat Indonesia’,” imbuh Prabowo kemudian, dilansir dari TribunNews.com.

Ia menegaskan, Indonesia adalah bangsa yang besar. Menurutnya, Indonesia punya berbagai sumber daya alam, manusia, dan kekayaan. Untuk itu, imbuh Prabowo, ekonomi suatu bangsa dinilai berhasil jika mampu mempertahankan kepentingan nasional masing-masing.

Harapan Ketum Partai Gerindra tersebut, bangsa Indonesia dapat mencontoh, mempelajari dan bekerja sama dengan negara lain. Namun, jangan sampai menjadi kacung bagi bangsa lain.

“Jangan kita benci bangsa mana pun, kita tidak boleh takut pada bangsa mana pun, jangan kita benci. Kita harus belajar dari bangsa mana pun, tapi kita jangan jadi pecundang di depan bangsa asing. Kita tidak boleh jadi kacung bangsa lain, pesuruh bangsa lain. Kita tidak boleh kehilangan tanah dan air kita,” tandasnya.

Sebut Indonesia Menjalankan Ekonomi Kebodohan

Menukil Kompas.com, Prabowo Subianto menilai, sistem ekonomi di Indonesia saat ini tidak berjalan dengan benar. Penilaiannya, sistem ekonomi yang berjalan sudah lebih parah dari paham neoliberalisme yang dianut AS. Sebab, lanjutnya, angka kesenjangan sosial masyarakat Indonesia semakin tinggi.

Bahkan, ia menyebut Indonesia tengah mempraktikkan sistem ekonomi kebodohan.

“Ini menurut saya bukan ekonomi neoliberal lagi. Ini lebih parah dari neolib. Harus ada istilah, ini menurut saya ekonomi kebodohan. The economics of stupidity. Ini yang terjadi,” tutur Prabowo.

Sebagai informasi, Rakernas DPP LDII 2018 diselenggarakan selama dua hari, sejak 10 hingga 11 Oktober 2018 di Pondok Pesantren Minhajurasidin Pondok Gede, Cipayung, Jakarta Timur. Pada hari pertama penyelenggaraan Rakernas LDII 2018, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga hadir dan menyampaikan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Poling #Pilpres2019 SuratKabar.id
Jika Pilpres 2019 dilaksanakan hari ini, pasangan mana yang akan anda pilih?
Klik 'Vote!' untuk melihat hasil polling sementara.