Kasus Ratna Tak Kurangi Suara Prabowo, SMRC: Tapi Bikin Sulit Nambah


SURATKABAR.ID – Menurut penilaian Djayadi Hanan selaku Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), kasus hoax Ratna Sarumpaet tak akan mempengaruhi perolehan suara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menurutnya, kasus ini tak akan membuat para pemilih Prabowo-Sandiaga berpaling. Malahan, bisa jadi para pendukung kubu oposisi akan semakin membela tokoh andalannya.

Meski begitu, tentu ada dampak negatif dari kejadian penganiayaan fiktif Ratna Sarumpaet yang akhirnya mengundurkan diri dari posisi Jurkamnas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno nomor 42 tersebut.

“Saya menduga begini, isu Ratna Sarumpaet itu tidak akan mengakibatkan pemilih Prabowo pergi. Malah makin belain, mungkin,” kata Djayadi dalam paparannya, di Kantor SMRC, Jalan Cisadane, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (07/10/2018). Demikian mengutip laporan Detik.com.

Djayadi pun membeberkan alasan para pemilih Prabowo tidak akan mengalihkan dukungannya. Ini dikarenakan para pemilih Prabowo-Sandi cenderung solid dan anti-Jokowi.

“Mengapa? Karena pemilih Prabowo itu cenderung pemilih yang anti-Jokowi. Apapun yang dilakukan Prabowo mereka akan melakukan pembenaran. Sehingga tidak akan membuat mereka lari,” ungkapnya.

Baca juga: Ma’ruf Amin Setujui Peringatan Hari Anti-Hoax Nasional, LPI Beri Gelar Ini untuk Ratna

Meski begitu, menurut hipotesa Djayadi, permasalahan yang muncul akibat kasus eks Jurkamnas Prabowo-Sandi ini adalah citra Prabowo menjadi negatif. Dengan citra negatif tersebut tentu akan mempersulit eks Danjen Kopassus itu meraih suara dari undecided voters atau swing voters.

“Akan sulit bagi dia menambah suara. Itu dugaan saya ya, namanya hipotesis. Harus dibuktikan dengan data,” tutur Djayadi.

“Jadi citra negatif itu membuat pemilih yang tadinya bisa dibujuk, sekarang jadi mikir-mikir lagi. Dan itu menjadi problem karena menurut berbagai survei, Prabowo itu masih ketinggalan,” tukasnya.

Isu Non Fundamental

Dugaan Djayadi, kasus hoax Ratna merupakan isu non fundamental yang tak akan bertahan lama. Namun hal itu tergantung pada isu yang berkembang pasca drama penganiayaan fiktif yang menyeret Prabowo-Sandi dan tim pemenangannya.

“Nah tergantung, isu apa yang akan berkembang setelah ini. Apakah ada isu yang lebih besar, apakah masyarakat bisa melupakannya ya itu tergantung dari masalah itu. Karena ini kan nggak berkaitan dengan isu ekonomi kan. Kalau ini berkaitan bisa panjang. Ini isu non fundamental itu. Comes and go. Dugaan saya tidak terlalu lama bertahan,” imbuh Djayadi.

Selain itu, Djayadi juga menduga bahwa kasus hoax Ratna juga belum tentu akan menambah elektoral Jokowi. Mengingat, pemilih Prabowo tak akan berpaling meski Prabowo-Sandiaga terseret dalam kemelut drama penganiayaan Ratna.

“Paling tidak hanya tidak memberi pengaruh negatif kepada Jokowi,” demikian ia mengakhiri penjelasannya.

Poling #Pilpres2019 SuratKabar.id
Jika Pilpres 2019 dilaksanakan hari ini, pasangan mana yang akan anda pilih?
Klik 'Vote!' untuk melihat hasil polling sementara.