Prihatin, Ratu Inggris Sumbang Uang Pribadi Rp 59,7 M Untuk Korban Gempa Sulteng


SURATKABAR.ID – Turut prihatin atas bencana yang melanda, Ratu Elizabeth II menyumbangkan tiga juta poundsterling (setara Rp 59,7 Miliar) untuk korban gempa Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Dana donasi yang dirogoh dari kocek pribadinya sendiri tersebut disalurkan dalam bentuk 288 peralatan kebersihan dan 1.280 shelter kit, melalui Disaster Emergency Committee (DEC). Demikian dilansir dari Daily Mail.

Mengutip Sky News melalui Grid.ID, Minggu (07/10/2018), bantuan untuk RI tersebut kemudian dibawa langsung oleh Royal Air Force (RAF), Angkatan Udara Inggris dengan menggunakan pesawat Atlas. Adapun total bobot bantuan 17,5 ton telah mendarat di Balikpapan pada Jumat (05/10/2018).

Sementara itu, penggalangan dana oleh DEC untuk korban gempa Donggala dan Palu dikabarkan mencapai enam juta poundsterling atau Rp 119,4 Miliar—dan ini meningkat tajam hanya dalam waktu sehari, tepat setelah Ratu memberikan uang pribadinya.

Pada Rabu (03/10/2018), Ratu menyampaikan rasa belasungkawanya.

“Saya sangat sedih mendengar kabar mengenai gempa dan tsunami yang terjadi di Sulawesi, apalagi peristiwa ini terjadi tidak lama setelah ada gempa juga di Lombok,” sebut Ratu Elizabeth II dilansir dari Sky News.

Baca juga: Desanya Tak Tersentuh Bantuan, Warga Korban Gempa Donggala Meninggal Kelaparan

“Saya dan Pangeran Philip turut berbelasungkawa atas bencana yang terjadi dan turut prihatin pada semua keluarga yang terdampak,” ia menambahkan.

Mengutip laporan Kompas.com, melalui Duta Besar Indonesia untuk Inggris, Moazzam Malik, Ratu Elizabeth berpesan bahwa seluruh warga Inggris turut merasakan duka mendalam.

“Indonesia tidak sendiri dalam menghadapi bencana alam ini. Indonesia memiliki banyak negara sahabat,” ungkap Moazzam, dalam sebuah pernyataan pada Rabu (04/10/2018) malam.

Alat Berat Untuk Evakuasi

Selain bantuan yang telah disebutkan di atas, donasi dari warga Inggris dan Ratu Elizabeth II juga masuk ke Indonesia dalam bentuk truk forklift dan conveyor belt. Keduanya termasuk ke dalam kategori alat berat yang dapat memudahkan proses evakuasi korban gempa dan tsunami. Bantuan ini tentu akan sangat bermanfaat. Apalagi jika mengingat ada banyak korban yang diketahui tertimpa reruntuhan.

Selain itu ada juga truk biasa dan generator listrik yang dapat memudahkan proses distribusi bantuan kepada korban terdampak gempa dan tsunami.

Diketahui, ini bukan hanya pertama kalinya bagi Ratu Elizabeth II menyumbangkan uang pribadi untuk korban bencana. Tercatat pada tahun 2013 lalu, ia menyumbang untuk korban topan Haiyan di Filipina.

Sementara yang terbaru adalah di tahun 2017, di mana Ratu kembali berdonasi untuk korban kelaparan di Afrika Timur. Hal ini diberitakan dalam Metro.co.uk.

Lebih lanjut, Kepala DEC Saleh Saeed menyebutkan pihaknya akan memastikan bantuan dari 14 lembaga amal Inggris ini sampai kepada mereka yang membutuhkan.

Sedangkan menurut update BNPB hingga Jumat (05/10/2018), korban meninggal dunia kini mencapai 1.649 orang. Dinyatakan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, korban jiwa paling banyak berasal dari Palu yang tak tertolong akibat terjangan tsunami.